14 Okt 2019
  |  
Dilihat : 125 kali

Mengenal Lebih Dekat Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa adalah kondisi kesehatan yang melibatkan perubahan emosi, pemikiran atau perilaku (atau kombinasi dari semuanya). Gangguan jiwa dapat menyebabkan seseorang kesulitan dan/atau memiliki masalah dalam kegiatan sosial, pekerjaan atau keluarga.

 

Banyak orang yang memiliki gangguan jiwa tidak ingin membicarakan tentang penyakitnya, padahal gangguan jiwa bukanlah hal yang memalukan. Gangguan jiwa merupakan masalah medis, seperti penyakit jantung atau diabetes. Gangguan jiwa dapat diobati. Sebagian besar individu dengan Gangguan jiwa dapat terus beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja dan dapat mempengaruhi siapa pun tanpa memandang usia, jenis kelamin, geografi, pendapatan, status sosial, ras/etnis, agama/kerohanian, orientasi seksual, latar belakang atau aspek lain dari identitas budaya. Gangguan jiwa dapat terjadi pada usia berapa pun. Tiga dari empat kasus dari semua gangguan jiwa, dimulai pada usia 24 tahun.

 

Gangguan jiwa memiliki banyak bentuk. Beberapa ringan dan hanya mengganggu hal-hal tertentu dalam kehidupan sehari-hari, seperti fobia (ketakutan abnormal). Tetapi terdapat juga gangguan kesehatan mental yang sangat parah sehingga seseorang mungkin perlu perawatan di rumah sakit.

 

Perlakuan yang salah bisa membuat kondisi gangguan mental lebih parah.

 

Seperti yang dilansir dari hellosehat.com, penyakit mental dan fisik tidaklah sama. Meskipun kedua penyakit tersebut tidak dapat dipisahkan, namun cara memperlakukan penyakit mental dan fisik tidaklah sama. Biasanya, seseorang yang mengalami gangguan mental akan terlihat baik-baik saja secara fisik, namun tidak secara psikis.

 

Sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui cara memperlakukan orang dengan gangguan mental dengan benar. Akibatnya, hal tersebut sering kali membuat penderita gangguan mental semakin terpuruk karena merasa tidak ada satupun yang memahami mereka. Akibatnya, agar tidak menjadi beban, mereka sering kali menarik diri dari lingkungan dan menyembunyikan penyakit mereka.

 

Padahal, orang yang memiliki penyakit mental tidak boleh untuk dibiarkan sendiri karena akan semakin membuat mereka menderita. Sama halnya dengan penyakit fisik, mereka perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang tepat.

 

Sayangnya, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit mental membuat mereka menganggap bahwa penyakit mental adalah kutukan dan hal yang memalukan. Seseorang yang memiliki penyakit mental pun sering kali mendapatkan stigma. Bahkan tidak jarang, orang dengan penyakit mental akan terisolasi dari lingkungan. Padahal, mengisolasi mereka tidak akan membantu proses penyembuhan mereka.

 

Membantu Orang yang Kita Cintai dalam Mengatasi Gangguan Jiwa

 

Penderita gangguan jiwa sangatlah membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, namun seringkali kita sulit untuk mengetahui bagaimana cara terbaik membantu dan mendukung orang yang kita cintai dalam mengatasi gangguan jiwa.

 

Setiap individu berbeda dan mengalami gejala yang sangat bervariasi. Kamu mungkin mengenal dia dengan baik dan mungkin memiliki pemahaman tentang pendekatan atau dukungan apa yang paling membantu. Namun, di bawah ini ada beberapa tips dan hal yang perlu kamu pertimbangkan ketika kamu mencoba untuk membantu orang yang dicintai dalam mengatasi gangguan jiwa.

 

  • Ketahui gejala-gejala masalah kesehatan mental

Gejala masalah kesehatan mental dapat berupa:

  1. Penarikan diri dari interaksi sosial
  2. Perubahan yang besar dalam tidur dan nafsu makan
  3. Perubahan suasana hati
  4. perubahan kepribadian
  5. Memiliki masalah dalam berfikir (masalah dalam konsentrasi, ingatan, berfikir atau berbicara)
  6. Kehilangan inisiatif atau keinginan untuk berpartisipasi dalam aktivitas apa pun
  7. Merasa terputus – Memiliki perasaan seperti terputus dari diri sendiri atau lingkungan seseorang; rasa tidak nyata
  8. Kecemasan

 

  • Memulai dengan percakapan

Salah satu langkah tersulit dan paling penting yaitu memulai percakapan. Kamu tidak harus menjadi ahli atau memiliki jawaban atas masalah yang mereka ceritakan. Ekspresikan kepedulian dan kesediaanmu untuk mendengar dan hadir untuk orang tersebut.

 

Jangan takut untuk membicarakannya. Yakinkan mereka bahwa kamu peduli dan ada untuk mereka. Gunakan pernyataan "Saya". Misalnya, gunakan "Saya khawatir akan kamu ...," "Saya ingin kamu mempertimbangkan untuk berbicara dengan seorang konserlor ..." alih-alih mengatakan "Kamu adalah...." atau "Kamu harus ...."

 

Cobalah untuk menunjukkan kesabaran dan kepedulian dan berusaha untuk tidak menghakimi pikiran dan tindakan mereka. Dengarkan mereka, dan jangan mengabaikan perasaannya.

 

Ajaklah mereka untuk pergi mencari bantuan ke penyedia perawatan kesehatan mental. Ingatkan mereka bahwa mencari bantuan adalah tanda kekuatan.

 

 

  • Hargai mereka

Terkadang, salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh orang yang mengalami gangguan mental adalah didengar. Sayangnya, tidak semua orang mampu memahami dan menghargai mereka. Padahal, ketika mereka dihargai dan didengar, pikiran dan perasaan mereka akan lebih mudah membaik.

 

  • Jangan ikuti halusinasinya

Orang dengan gangguan mental sering kali mengalami halusinasi –mereka seolah melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Mungkin, Anda akan bingung harus bersikap bagaimana. Atau justru, Anda akan ikut serta dalam halusinasi mereka hanya untuk membuat mereka merasa “nyaman”. Padahal, Anda lebih baik tidak ikut dalam halusinasi mereka –jangan sampai Anda berpura-pura bahwa Anda juga mengalami hal yang mereka halusinasikan.

 

  • Jangan berbohong

Anda mungkin pernah berasumsi bahwa seseorang yang memiliki ganguan mental bukanlah orang yang cerdas. Padahal, penyakit gangguan mental tidak ada hubungannya dengan tinkat kecerdasan seseorang. Jangan pernah berbohong kepada mereka, karena hal tersebut justru akan membuat mereka tidak akan percaya Anda.

 

  • Pahami keadaan mereka

Paranoia adalah gangguan mental yang membuat seseorang yang mengalaminya akan merasa bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Oleh karena itu, biasanya, orang dengan paranoia akan sering merasa takut dan menjaga jarak dengan lingkungan sekitar. Pahami keadaan mereka, dan janganlah menjauh dari mereka. Bagaimanapun keadaan mereka, mereka tetap membutuhkan kehadiran Anda.

 

 

Sumber:

 

https://www.psychiatry.org/patients-families/what-is-mental-illness

 

https://www.psychiatry.org/patients-families/helping-a-loved-one-cope-with-a-mental-illness

 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/memperlakukan-orang-gangguan-mental/amp/