23 Mei 2019
  |  
Dilihat : 170 kali

Berat Badan Naik di Bulan Puasa, Kenapa Ya?

Puasa makan dan minum biasanya jadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Sebagian orang mungkin yakin cara itu bisa efektif merontokkan sebagian berat di tubuhnya. Sayangnya, puasa tidak menjamin berat badan turun, tergantung bagaimana pola makan dan minum yang dilakukan di bulan puasa.

 

Dokter spesialis gizi, dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, mengatakan tidak jarang orang yang berpuasa berat badannya naik. Itu bukan hal yang aneh, biasanya disebabkan oleh makanan dan minuman manis yang dikonsumsi secara berlebihan. Misalnya, ketika berbuka puasa banyak mengkonsumsi makanan dan minuman manis, itu menyebabkan total asupan lebih dari yang dibutuhkan.

 

“Bila asupan kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan maka berat badan dapat naik,” kata Cindi kepada Info BPJS Kesehatan.

 

Sekalipun puasa makan dan minum dilakukan satu hari penuh, kalau tidak diimbangi dengan aktivitas dan olah raga maka pembakaran kalori jadi berkurang. Bila ditambah dengan asupan yang meningkat berat badan juga akan naik. “Ketika menjalankan puasa biasanya aktivitas berkurang, begitu pula dengan olah raga,” ucapnya.

Tapi jangan khawatir, menurunkan berat badan masih bisa dilakukan secara efektif saat berpuasa. Caranya, jangan melewatkan sahur dan mengkonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Langkah itu perlu ditempuh sehingga pada saat berbuka puasa badan tidak terlalu lemas atau kelaparan.

 

Pada waktu berbuka puasa, harus memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan. Penting diingat, makanan dan minuman yang manis harus dibatasi. Hal serupa juga dilakukan untuk makanan berlemak, bersantan dan digoreng.

 

“Tidak ada salahnya memilih makanan yang berkuah ketika berbuka puasa, misalnya sup bening, sehingga kebutuhan akan cairan pun bisa terbantu terpenuhi,” saran dokter yang berpraktik di RS Gading Pluit, RS Medistra dan Cita Beauty Center Wijaya itu.

 

Jika pola makan dan minum memperhatikan total asupan kalori yang dibutuhkan tubuh, maka turunnya berat badan bisa jadi bonus yang didapat di bulan puasa. Pada waktu sahur, lebih baik menghindari minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh. Pilih makanan berkuah dan buah yang mengandung banyak air serta penuhi kebutuhan cairan tubuh.

 

Saat berbuka puasa makanan dan minuman manis dikonsumsi sedikit saja, yang penting cukup untuk mengembalikan energi yang dibutuhkan tubuh. “Makanan terbaik pada waktu sahur atau buka, sebaiknya tetap bergizi lengkap dan seimbang. Bila ingin menurunkan berat badan, total asupan sebaiknya dikurangi sekitar 500 kalori ” ucap Cindi.

 

Olah raga perlu dilakukan secara rutin. Tidak perlu olah raga yang berat, cukup melakukan jogging atau jalan cepat. Bila khawatir haus, olah raga bisa dilakukan menjelang atau setelah berbuka puasa.

 

Tak kalah penting Cindi mengingatkan, jika puasa membuat aktivitas rutin jadi berkurang sehingga waktu yang ada lebih banyak digunakan untuk tidur maka rencana menurunkan berat badan di bulan puasa bisa gagal. Asupan yang meningkat tapi aktivitas berkurang bisa membuat berat badan bukannya turun tapi malah naik.