08 Feb 2019
  |  
Dilihat : 314 kali

6 Kebiasaan Ini Dapat Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

6 Kebiasaan Ini Dapat Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

 

Kanker merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan mematikan di dunia. Kanker terjadi karena pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali. Terdapat lebih dari 100 jenis kanker yang telah teridentifikasi. Berdasarkan World Health Organization (WHO), Jenis kanker yang paling umum diderita pada tahun 2018 adalah:

 

  • Kanker paru-paru (2,09 juta kasus)
  • Kanker payudara (2,09 juta kasus)
  • Kanker kolorektal (1,80 juta kasus)
  • Kanker prostat (1,28 juta kasus)
  • Kanker kulit (1,04 juta kasus)
  • Kanker perut (1,03 juta kasus)

 

WHO mencatat bahwa kanker adalah penyebab utama kematian kedua secara global, dan bertanggung jawab atas sekitar 9,6 juta kematian pada tahun 2018. Secara global, sekitar 1 dari 6 kematian disebabkan oleh kanker. Penderitanya pun dari berbagai usia. Maka dari itu, kita harus melakukan pencegahan dengan mengubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup yang sehat. Ayo kita hindari gaya hidup di bawah ini untuk menurunkan risiko kanker:

 

Merokok

Rokok merupakan faktor terbesar penyebab kanker. Sekitar 30%-50% kasus kanker di dunia dapat dicegah dengan berhenti merokok. Rokok bertanggung jawab atas sekitar 22% kematian akibat kanker di dunia. Merokok bukan hanya dapat menyebabkan kanker paru-paru, tetapi juga dapat menyebabkan kanker di area lain seperti di mulut, tenggorokan, kerongkongan, ginjal, serviks, hati, kandung kemih, pankreas, perut, rektum, dan leukemia myeloid. National Cancer Institute melaporkan bahwa rokok mengandung 250 zat kimia yang berbahaya. 69 zat kimia diantaranya dapat menyebabkan kanker. Selain perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko terkena kanker paru-paru karena menghirup asap rokok perokok aktif. Jika kamu peduli dengan dirimu dan orang disekitarmu, berhentilah merokok.

 

Kurang Aktivitas Fisik

Terlalu banyak duduk dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Menurut penelitian, seseorang yang duduk terlalu lama berisiko terkena kanker usus besar, endometrium, dan paru-paru dibandingkan dengan mereka yang duduk hanya sebentar setiap harinya.

 

Jika pekerjaan kita membuat kita harus duduk selama seharian, lakukanlah peregangan atau berjalan-jalan sebentar. Luangkan waktu juga untuk berolahraga secara teratur selama 30 menit setiap harinya. Olahraga dapat membantu mengurangi inflamasi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu meningkatkan pencernaan. Tingkat aktivitas fisik yang tinggi juga dapat menurunkan risiko kanker usus besar, payudara, dan endometrium.

 

Obesitas

Lemak yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan produksi esterogen yang besar dan produksi hormon lainnya yang dapat menstimulasi pertumbuhan sel dan proliferasi (semakin sering sel membelah), sehingga semakin besar risiko kanker untuk berkembang. Obesitas juga menyebabkan inflamasi kronis yang dapat menyebabkan kerusakan DNA dan menyebabkan kanker. Penderita obesitas memiliki risiko terkena kanker usus besar, kanker payudara bagi perempuan yang sudah menopause, dan kanker pankreas.

 

Terlalu Banyak Mengonsumsi Alkohol

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan kanker mulut, tenggorokan, hati, usus besar, rektum dan payudara. Alkohol dapat merusak sel pada bagian mulut dan tenggorokan. Sel-sel yang rusak karena alkohol akan diperbaiki dengan sendirinya sehingga menyebabkan perubahan DNA yang menjadi penyebab kanker. Selain itu, bakteri yang biasanya hidup di usus besar dan rektum dapat mengubah alkohol menjadi asetaldehida dalam jumlah yang besar. Zat kimia asetaldehida telah terbukti menyebabkan kanker pada saat penelitian laboratorium.

 

Alkohol juga dapat meningkatkan kadar estrogen yang merupakan hormon penting dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan payudara. Hal tersebut bisa memengaruhi risiko seorang perempuan terkena kanker payudara karena esterogen akan menstimulasi pertumbuhan sel dan poliferasi sehingga risiko kanker pun menjadi lebih besar.

 

Tidak Menggunakan Sun Screen atau Tabir Surya Saat Beraktivitas Di Luar Ruangan

Saat pergi ke pantai atau terpapar matahari secara langsung tanpa menggunakan tabir surya, kulit kita dapat terbakar bahkan bisa terkena kanker kulit karena radiasi sinar ultraviolet (UV) yang terdapat pada sinar matahari. Maka dari itu, sangatlah penting untuk menggunakan tabir surya yang tahan air dengan SPF 30 atau lebih. Gunakan tabir surya 15-30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan agar kandungan tabir surya dapat terserap dengan baik. Jangan lupa untuk mengaplikasikannya kembali setiap dua jam sekali agar kulit tetap terlindungi dengan baik.

 

Kurang Mengonsumsi Buah dan Sayur

Menurut WHO, mengonsumsi buah dan sayuran sebanyak 400gram setiap harinya dapat mengurangi risiko terkena berberapa jenis kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centre International de Recherche sur le Cancer (CIRC), konsumsi buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker terutama kanker saluran pencernaan. CIRC memperkirakan bahwa buah dan sayur dapat mengurangi risiko kanker saluran pencernaan sebanyak 20-30%.

 

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker payudara pada perempuan hingga 11%. Hal tersebut terjadi karena kandungan serat yang terdapat pada sayuran dan buah dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara. Selain serat, kandungan antioksidan dan mikronutrisi yang terdapat pada makanan ini juga memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terkena kanker payudara.

 

Setelah mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko kanker, mulai sekarang ayo kita ubah gaya hidup dan pola makan kita. Jangan lupa juga untuk melakukan pengecekan ke dokter secara rutin. Terutama jika kamu seorang perempuan karena perempuan lebih berisiko terkena kanker serviks atau kanker payudara.

 

BPJS Kesehatan mempunyai program pelayanan deteksi dini penyakit kanker payudara dan serviks. Kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan payudara dan leher rahim secara teratur di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. Kamu tidak perlu cemas dengan biaya yang harus dibayar. Pemeriksaan tersebut tidak membutuhkan biaya sepeser pun karena pemeriksaan payudara dan serviks masuk ke dalam pembiayaan program JKN-KIS.

 

https://www.prevention.com/health/health-conditions/g23453273/cancer-risk-factors/

https://www.rd.com/health/conditions/causes-of-cancer/

https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK54025/

https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes.html

http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer

http://www.who.int/dietphysicalactivity/fruit/en/index2.html

https://www.sciencedaily.com/releases/2018/07/180719101250.htm