08 Feb 2019
  |  
Dilihat : 2369 kali

Ingin Selalu Sehat? Ayo Kita Kurangi Konsumsi Garam

Saat ini produksi makanan menjadi sangat besar dan bermacam-macam. Kita dapat menemukan berbagai macam makanan yang unik dengan berbagai rasa. Munculnya berbagai macam makanan ini pun mengubah kebiasaan kita. Kita cenderung mengonsumsi makanan yang menurut kita enak tanpa memperhatikan kandungan nutrisi makanan tersebut. Padahal tidak semua makanan yang enak itu merupakan makanan yang sehat, contohnya seperti makanan asin. Makanan asin yang mengandung banyak garam sangatlah berbahaya. Konsumsi garam yang banyak setiap harinya dapat menyebabkan darah tinggi, serangan jantung koroner, kardiovaskular dan stroke.

Sebagian besar masyarakat di dunia mengonsumsi garam sebanyak 9-12 gram per harinya. Padahal menurut World Health Organization (WHO), konsumsi sodium lebih dari 2 gram (sama dengan 5 gram garam) perhari, dan konsumsi potasium yang kurang dari 3,5 gram perhari, dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, sakit jantung dan stroke. Sodium memang diperlukan oleh tubuh, tetapi konsumsi yang berlebihan juga berbahaya untuk kesehatan. Terutama jika kita kurang mengonsumsi buah yang mengandung potasium. Terlalu sedikit potasium dan terlalu banyak sodium dapat memberikan dampak buruk bagi jantung dan kesehatan tubuh secara umum. Padahal, potasium merupakan elektrolit dan mineral yang sangat penting untuk tubuh. Potasium dapat membantu kontraksi otot, fungsi jantung dan mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Selain pada buah, Potasium juga dapat ditemukan pada makanan seperti sayuran dan ikan seperti salmon.

Jika kadar potasium di dalam tubuh rendah, tubuh akan mencoba untuk menimbunnya yang juga berarti akan menimbun sodium. Sodium yang banyak dalam tubuh akan meningkatkan jumlah air dan volume darah dalam sirkulasi. Akhirnya tekanan darah pun naik dan jantung harus bekerja lebih keras. Banyaknya sodium dalam tubuh membuat pembuluh darah tidak dapat bekerja dengan relaks dan berkontraksi dengan mudah. Terlebih lagi jika potasium yang ada di dalam tubuh kita hanya sedikit.

 Dengan mengonsumsi potasium lebih banyak daripada sodium, kita bisa mengeluarkan sodium yang berlebih dalam tubuh. Menurut Trials of Hypertension Prevention, mengubah pola makan dengan mengonsumsi potasium lebih banyak daripada mengonsumsi sodium akan membantu jantung dan pembuluh darah untuk berfungsi dengan baik.

Selain memengaruhi jantung, kedua mineral tersebut juga dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya. Kelebihan sodium di tubuh juga dapat merusak tulang. Sodium dalam tubuh dapat meningkatkan jumlah kalsium yang diekskresikan oleh urin sehingga tubuh pun kekurangan kalsium yang akhirnya dapat menyebabkan osteoporosis dan kerusakan tulang yang diakibatkan oleh usia. Untuk mengatasi masalah ini, WHO menyarankan orang dewasa untuk mengonsumsi kurang dari 5 gram (hanya di bawah satu sendok teh) garam per hari.  Selain itu, konsumsi sodium juga harus diimbangi dengan mengonsumsi potasium yang lebih banyak dari konsumsi sodium per harinya. 

http://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/salt-reduction

https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/Potassium_and_sodium_out_of_balance

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2723567/