02 Okt 2017
  |  
Dilihat : 297 kali

Manfaat Program JKN-KIS Makin Luas

Bandung (14/09/2017) : Bergulirnya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Program JKN-KIS membuka akses yang lebih besar kepada masyarakat untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan. 

Secara bertahap, Program JKN-KIS pun terus berkembang pesat hingga kini dan bergerak menuju cakupan semesta. Sampai dengan saat ini, jumlah masyarakat yang telah mengikuti Program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa atau lebih dari 70% dari jumlah proyeksi penduduk Indonesia di tahun 2017. 

Laporan audited akhir tahun 2016 memberikan gambaran bahwa program JKN-KIS sangat dirasakan masyarakat. Ini terlihat dari pemanfataan kartu BPJS Kesehatan di 2016 sebanyak 177,8 juta kunjungan ke fasilitas kesehatan. Angka kunjungan ini terus meningkat dari tahun 2014 sebanyak 92,3 juta, dan tahun 2015 sebanyak 146,7 juta. 

Total pemanfaatan di 2016 ini terdiri dari kunjungan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktek perorangan mencapai sekitar 120,9 juta kunjungan, untuk rawat jalan di poliklinik dan rumah sakit sebanyak 49,3 juta, dan rawat inap 7,6 juta. Bila ditambah angka rujukan sebesar 15,1 juta, maka total pemanfaatan JKN-KIS adalah 192,9 juta.

“Kehadiran Program JKN-KIS merupakan wujud dari kehadiran negara kepada rakyatnya. Pemerintah telah mewujudkan amanat undang-undang dengan menjalankan program JK-KIS. Tanpa waktu yang lama program ini sudah dirasakan betul manfaatnya bagi masyarakat. Selain meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, bagi masyarakat yang sehat program ini  memberikan berkontribusi positif terhadap perekonomian,” ujar Sekretaris Utama BPJS Kesehatan Afrizayanti, dalam kegiatan Media Gathering BPJS Kesehatan di Bandung (14/09).

Implementasi program JKN-KIS yang baru 3,5 tahun, nyatanya tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perekonomian. Menurut penelitian LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar 152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai 289 triliun. Program ini meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun.

Prolanis Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Penyakit Kronis

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS,  BPJS Kesehatan berkomitmen dalam meningkatkan mutu dan kualitas  jaminan layanan kesehatan dengan meningkatkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan, mempermudah akses dalam penyampaian informasi dan keluhan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 dan aplikasi Mobile JKN, serta yang tak kalah terpenting bagi peserta JKN-KIS adalah memperkuat program promotif dan preventif.

Salah satu Program promotif dan preventif yang memberikan manfaat bagi peserta JKN-KIS khususnya peserta yang menderita penyakit kronis adalah Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis. Prolanis dikembangkan secara khusus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dimana mereka akan mengajak peserta penyandang Diabetes Melitus (DM) maupun Hipertensi untuk dapat bekerja bersama-sama dalam mengelolaan penatalaksanaan kesehatan yang baik sehingga diharapkan akan menghasilkan kualitas hidup yang optimal walaupun memiliki penyakit DM ataupun hipertensi.

Fenomenanya DM dan Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dijumpai pada masyarakat, saat  seseorang mengalaminya maka akan menjadi bingung, terpukul dan merasa terasing serta menimbulkan depresi. Hal tersebut karena pemahaman yang kurang terhadap penyakit tersebut. Pada keadaan tersebut dibutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungannya agar penyandang memahami secara jelas permasalahan dan jalan keluarnya.

Program ini membutuhkan kerjasama yang komprehensif antara penderita dan keluarganya, FKTP serta BPJS Kesehatan. Tujuan utama atas kerjasama tersebut adalah penderita dan keluarganya dapat mengawasi kesehatan diri secara mandiri sehingga tercapai keadaan yang baik dan stabil atas gangguan yang terjadi.Prolanis diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian peserta dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya komplikasi penyakit kronis serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta Prolanis.

Terdapat 7 aktivitas prolanis diantaranya, konsultasi medis, senam prolanis atau edikasi klub Prolanis, pemantauan status kesehatan berupa Pemeriksaan rutin setiap bulan (GDP/GDPP), Pemeriksaan rutin 3 sampai 6 bulanan (HbA1c), Pemeriksaan rutin 6 bulanan kimia darah (microalbuminuria, ureum, kreatinin, kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL dan trigliserida), lalu terdapat kegiatan home visit, pelayanan obat, mentoring spesialis, dan reminder (melalui SMS gateaway). Prolanis yang kini terus dikembangkan adalah khusus untuk peserta BPJS Kesehatan yang menyandangan Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi. Saat ini cukup banyak FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang mengembangkan Prolanis dam membentuk suatu kelompok/Paguyuban Penyandang DM atau Hipertensi.

Selain Prolanis, masih ada banyak kegiatan promotif preventif yang dikelola BPJS Kesehatan diantaranya olahraga sehat seperti senam osteoporosis, senam lansia, jalan sehat, sepeda santai, dan sebagainya. BPJS Kesehatan bekerjasama dengan FKTP dan Pemerintah Daerah setempat untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dalam kegiatan tersebut juga dibarengi dengan aktivitas Konsultasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan oleh FKTP.

Aktivitas promotif preventif lain yang diselenggarakan BPJS Kesehatan adalah Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dilakukan dengan Edukasi Klub RISTI (Resiko Tinggi), Seminar Kesehatan, serta Mobil Promosi Kesehatan (Promkes) Keliling. Lalu ada kegiatan Skrining Riwayat Kesehatan yang dilakukan bekerjasama dengan instansi terkait serta skrining mandiri yang dapat dilakukan peserta melalui aplikasi Mobile JKN, Skrining Preventif Sekunder dilakukan bekerjasama dengan FKTP untuk pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui IVA dan Papsmear dan skrining lanjutan Diabetes Melitus (DM).

Sampai dengan 08 September 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 181.210.694 jiwa. Dalam menyediakan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 21.095  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.841 Puskesmas, 4.586 Dokter Praktik Perorangan, 5.495 Klinik Pratama, 13 RS Tipe D Pratama, dan 1.160 Dokter Gigi Praktik Perorangan.  Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bermitra dengan 5.566  Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang di dalamnya mencakup 2.227 RS dan Klinik Utama, 2.332 Apotek, dan 1.007 Optik.