30 Okt 2019
  |  
Dilihat : 13558 kali

Inisiatif Menkes Terawan Berdonasi, Bangun Kesadaran Masyarakat Gotong Royong dalam Program JKN-KIS

Jakarta, Jamkesnews - BPJS Kesehatan mengapresiasi inisiatif Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, untuk membangun kesadaran bersama dalam menggerakkan masyarakat berdonasi untuk Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Ini merupakan gerakan moral yang harus didukung. Kepedulian beliau diharapkan dapat menular kepada masyarakat dan memberi pemahaman bahwa prinsip dari Program JKN-KIS  adalah gotong royong, tolong menolong antar sesama, salah satunya melalui kontribusi iuran,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (29/10).

Iqbal juga menjelaskan, BPJS Kesehatan telah memiliki Program Donasi dan Crowdfunding JKN-KIS sejak tahun 2015. Program ini ditujukan bagi publik, bisa perorangan maupun dalam bentuk entitas yang hendak membantu peserta JKN-KIS membayarkan iuran rutin atau bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) yang menunggak iuran karena alasan finansial.

“Biasanya perusahaan memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk dialokasikan bagi kepentingan sosial. Nah, ini bisa dimanfaatkan melalui skema Program Donasi dan Crowdfunding JKN-KIS. Namun perlu diperhatikan, yang dapat menjadi donatur adalah badan hukum yang telah mendaftarkan pekerja beserta anggota keluarganya sebagai peserta JKN-KIS. Jadi setelah hak karyawan terpenuhi, baru bisa ikut berdonasi untuk masyarakat yang membutuhkan,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, melalui Program Donasi dan Crowdfunding JKN-KIS, BPJS Kesehatan membuka kesempatan bagi perorangan, badan usaha, maupun lembaga lainnya untuk ikut berkontribusi menanggung iuran masyarakat yang tidak mampu dan belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik yang dijamin pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Saat ini sudah ada 483 perusahaan di Indonesia yang telah berdonasi untuk membayarkan iuran 46.977 peserta JKN-KIS dengan jumlah dana yang terhimpun mencapai Rp22,2 Miliar.

Direksi dan pegawai BPJS Kesehatan juga telah berpartisipasi dalam Program Donasi dan Crowdfunding JKN-KIS ini. Untuk Program Donasi, Direksi dan pegawai BPJS Kesehatan membayarkan iuran rutin 8.029 peserta JKN-KIS atau sebesar Rp9,5 miliar. Sedangkan untuk Program Crowdfunding Direksi dan pegawai BPJS Kesehatan telah membayarkan tunggakan iuran 1.244 peserta JKN-KIS atau sebesar Rp573,4 juta. “Ini merupakan bentuk komitmen, kepedulian, dan tanggung jawab moral Direksi dan pegawai BPJS Kesehatan,” tambah Iqbal.

Ketentuan lainnya yang harus dipenuhi donatur dalam Program Donasi dan Crowdfunding JKN-KIS ini antara lain untuk donatur dari entitas (badan usaha/lembaga) iuran peserta harus dibayarkan minimal 6 bulan dimuka sedangkan untuk donatur perorangan iuran dibayarkan minimal  1 tahun di muka melalui satu Virtual Account selambatnya tanggal 10 setiap bulan. Selain itu, peserta Program Donasi JKN-KIS dan keluarganya harus didaftarkan pada kelas perawatan yang sama. Donatur juga harus menandatangani perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan.