16 Okt 2019
  |  
Dilihat : 10233 kali

Aplikasi INSIDEN Masuk Dalam Jajaran Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

BPJS Kesehatan kembali mengukir prestasinya di bidang pelayanan publik. Dengan mengusung aplikasi INSIDEN yang dikembangkan bersama PT Jasa Raharja (Persero), aplikasi tersebut berhasil masuk ke dalam jajaran Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Penghargaan diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Selasa (15/10).

Sebelumnya, INSIDEN sudah lebih dulu masuk ke dalam daftar TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019. Tahap berikutnya setelah dilakukan evaluasi kembali oleh tim evaluator, ditentukan 45 inovasi terbaik yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri PANRB No. 18/2019 tentang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019. Dari hasil ini, instansi yang berpartisipasi berkesempatan untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional yaitu The United Nations Public Service Awards (UNPSA) yang diselenggarakan PBB.

“Dengan adanya kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan PT Jasa Raharja (Persero) ini kami harapkan peserta yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas akan lebih dimudahkan. Pihak korban tidak perlu mengantar berkas ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan ataupun Kantor Cabang PT Jasa Raharja (Persero), karena proses penanganannya sudah berbasis web,” ujar Direktur Pelayanan dan Perluasan Peserta Andayani Budi Lestari dalam penyerahan penghargaan yang dihadiri pula oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin.

Dirinya menambahkan, dengan adanya inovasi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan, ke depannya akan terus dibuat inovasi-inovasi untuk memudahkan masyarakat khususnya peserta JKN-KIS dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Setelah keikutsertaannya dalam penghargaan inovasi pelayanan publik ini, BPJS Kesehatan akan mengikutsertakan aplikasi INSIDEN ke dalam kompetisi tingkat dunia agar BPJS Kesehatan tetap mendapatkan perhatian di tingkat internasional.

“Sebagai lembaga yang memberikan pelayanan kepada peserta, tentu kita akan selalu mengembangkan inovasi-inovasi agar dapat terus memberikan kemudahan pelayanan bagi peserta JKN-KIS dan tentu dengan diberikannya penghargaan ini, akan menjadi sebuah motivasi untuk terus menyempurnakan pelayanan kami kepada peserta,” lanjut Andayani.

Pada kesepatan yang sama, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa, mengatakan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.

“Kompetisi ini adalah simbol kuatnya upaya pemerintah untuk menghadirkan kualitas pelayanan publik yang menjawab harapan masyarakat,” ujar Diah.