26 Agt 2019
  |  
Dilihat : 125 kali

Dirut BPJS Kesehatan dan YLKI Kunjungan ke Faskes RS Kelas D Terbaik se-Indonesia

Sleman, Jamkesnews – BPJS Kesehatan telah memberikan penghargaan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rumah Sakit (RS) yang berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam ajang BPJS Kesehatan Award, Kamis (15/08) lalu.

“Di tengah hiruk pikuk perubahan yang terjadi serta tantangan yang harus diselesaikan dalam pengelolaan Program JKN-KIS, saya sangat mengapresiasi, ternyata masih banyak fasilitas kesehatan yang terus memberikan pelayanan terbaiknya kepada peserta JKN-KIS dan terus comply terhadap kebijakan yang ada,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat mengunjungi salah satu Fasilitas Kesehatan Terbaik se-Indonesia untuk Kategori Rumah Sakit Kelas D yaitu RS Panti Rini Sleman, Yogyakarta, Sabtu (24/08).

Dalam kunjungan tersebut juga hadir Tim Juri Eksekutif Nafsiah Mboi dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi.

RS Panti Rini Sleman, sendiri menjadi Rumah Sakit kelas D terbaik versi BPJS Kesehatan Award, karena memiliki keunggulan dari sisi inovasi teknologi informasi.

Selain itu, untuk rumah sakit ini juga sangat baik dalam networking/koordinasi antara RS dan FKTP sekitar. RS Panti Rini Sleman juga rutin melaksanakan seminar dan penyuluhan kepada masyarakat sekitar.

Fachmi menambahkan, BPJS Kesehatan Award selain dilaksanakan dalam rangka HUT BPJS Kesehatan ke-51, juga sebagai penghargaan terhadap fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi dalam menyukseskan Program JKN-KIS dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta. Diharapkan, penghargaan ini dapat memberikan motivasi dan semakin meningkatkan komitmen fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku. 

Pemilihan Rumah Sakit penerima penghargaan BPJS Kesehatan Award dilakukan dalam empat tahap. Untuk tahap pertama dilakukan di tingkat Kantor Cabang dan tahap kedua di tingkat Kedeputian Wilayah. Penilaian tahap pertama dan kedua berdasarkan 5 kriteria yaitu kesesuaian komitmen RS dengan isi kontrak, penilaian hasil survei Walking Through Audit (WTA), kesiapan customer service 24 jam, kecepatan respon dalam penanganan keluhan dan inovasi RS bagi kemudahan pelayanan pasien.

Setelah melalui penyaringan dari sisi akreditasi RS, dilakukan tahap penilaian selanjutnya yaitu validasi evidence. Penilaian dilakukan dalam bentuk materi powerpoint dan audio visual serta penilaian site visit oleh tim juri internal BPJS Kesehatan terhadap indikator kesiapan customer service 24 jam, kecepatan respon dalam penanganan keluhan dan inovasi RS.

Variabel yang dinilai terkait humanisme atau nilai tambah RS terkait kepentingan/kebutuhan pasien dan keluarga. Selain itu dari sisi kebersihan lingkungan diantaranya kebersihan toilet, networking (baik secara horizontal dan vertikal, antar petugas kesehatan di internal RS maupun RS lain dan FKTP untuk kepentingan mutu pelayanan pada pasien secara merata, keberadaan ruang administrasi dan pengaduan. []