26 Agt 2019
  |  
Dilihat : 73 kali

Selamat! Ini Dia Pemenang Lomba Hackathon BPJS Kesehatan 2019

Cisarua, Jamkesnews - Guna membangun sebuah sistem informasi untuk menciptakan solusi di era serba digital ini, BPJS Kesehatan mengadakan Lomba Hackathon 2019 yang bertemakan "Inovasi untuk Kesinambungan Program JKN-KIS di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0". Kompetisi yang diselenggarakan ini masih termasuk ke dalam rangkaian Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-51. Acara yang berlangsung sejak bulan Agustus 2019 ini diikuti oleh beberapa tim yang berasal dari seluruh Indonesia. Dari puluhan peserta yang mengikuti perlombaan ini, ada 10 tim masuk sebagai nominasi pemenang dan telah ditetapkan 3 tim sebagai pemenang lomba.

Tim terbaik pertama adalah SahabatBPJS asal Jakarta Pusat, tim terbaik kedua yaitu TechnoSmart asal Yogyakarta, dan terbaik ketiga adalah peserta individual yaitu Cahyo Dwi Raharjo dari Yogyakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Tenologi dan Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda, Jumat (23/08).

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada peserta yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Dengan ide-ide brilian dan orisinil diharapkan dapat membantu pengembangan teknologi informasi mendukung kemudahan dan layanan program JKN-KIS di era industri 4.0. Kami berharap peserta mendapatkan manfaat dan tambahan pengetahuan betapa tidak mudah mengelola sedemikian besar transaksi data yang selama ini harus ditangani oleh IT BPJS Kesehatan dan harus zero accident untuk memastikan pelayanan di lapangan tetap berjalan tanpa kendala. Kami sangat mengapresiasi atas kontribusi tim yang berpartisipasi dalam lomba hackaton BPJS Kesehatan ini," kata Wahyuddin.

Tim juri Lomba Hackathon yang terdiri dari para profesional di bidang IT memiliki standar penilaian yang sangat ketat dalam menentukan siapa pemenang, karena diharapkan inovasi IT yang dikembangkan benar benar menjadi solusi kemudahan dan kepastian dukungan terhadap layanan BPJS Kesehatan kepada pesertanya . Kriteria tersebut dilihat dari aspek originalitas Inovasi yang dibuat, dampak yang dihasilkan terhadap pelayanan program JKN-KIS , kemudahan dalam implementasi, menarik dan mudah dalam pengoperasiannya serta penguasaan konten saat memberikan penjelasan atas gagasan yang ingin disampaikan .

Dengan jumlah kepesertaan lebih dari 223 juta peserta, BPJS Kesehatan dituntut untuk memastikan pelayanan kepada peserta bisa berjalan dengan optimal, dan mampu menjawab kebutuhan peserta atas kemudahan dan kepastian layanan yang mudah, cepat dan lebih baik. Simplifikiasi dengan IT adalah jawaban atas semua kompleksitas kebutuhan pelayanan dimaksud.

"Sebelumnya kita memang sudah menghadirkan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut diharapkan bisa membantu memudahkan peserta untuk mendapatkan pelayanan lebih mudah dan cepat. Kita juga berharap, setelah adanya Hackathon ini, kita bisa hadirkan kemudahan-kemudahan lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," lanjut Wahyuddin.

Pemenang Lomba Hackathon ini mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan serta berkesempatan untuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan atas aplikasi yang telah dibuat untuk dikembangkan lebih lanjut.