09 Mei 2019
  |  
Dilihat : 153 kali

BPJS Kesehatan Ajak Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Pandeglang, Jamkesnews – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah membuka akses bagi seluruh masyarat Indonesia untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas secara adil dan merata. Untuk itu, tanggung jawab untuk mengawal keberlangsungan program ini ada di berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BPJS Kesehatan, kementerian/lembaga, penyedia layanan kesehatan, pemberi kerja, hingga masyarakat itu sendiri.

“Mengingat program ini didasarkan atas prinsip gotong-royong, yaitu iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, maka diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat untuk menjadi peserta JKN-KIS, agar prinsip gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan dengan optimal,” ujar Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan Mira Anggraini dalam kegiatan Safari Ramadhan, Kamis (09/05).

Dengan total peserta mencapai 221,15 juta jiwa, kehadiran JKN-KIS telah memberikan perlindungan kepada 83,78% populasi penduduk Indonesia. Meski demikian, lanjut Mira, bertambahnya peserta berarti bertambah pula tanggung jawab yang harus diemban untuk menjaga peserta yang sehat tetap sehat dan yang sakit tidak bertambah parah. Oleh karenanya, dalam mengedukasi dan mengubah perilaku masyarakat, dibutuhkan pula peran serta segenap pihak. Terlebih, bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dengan saling bahu membahu membantu sesama.

“Berbagi kebaikan bisa diwujudkan dalam bentuk kontribusi apapun. Jika ada biaya lebih, kita bisa mendaftarkan masyarakat kurang mampu yang belum terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi peserta JKN-KIS melalui Program Donasi. Kalau tidak ada dana, kita lakukan edukasi kepada mereka tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, membayar iuran tepat waktu dan menjaga kesehatan,” kata Mira.

Dalam kesempatan yang sama, Mira juga mewakili BPJS Kesehatan menyerahkan bantuan kepada sejumlah korban tsunami Selat Sunda yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian. Adapun bantuan tersebut berupa pembuatan sarana MCK dan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar para pengungsi.

“Mari kita jadikan prinsip gotong royong ini, tidak hanya sebagai ladang amalan di bulan Ramadhan tetapi juga di bulan-bulan lainnya karena beribadah tidak terbatas pada ruang dan waktu. Selama ada niat baik dan ikhlas menjalankannya, maka bergotong royong pun akan bernilai ibadah,” tutup Mira.

Sementara itu, ketua RT Kampung Karang Meungpeuk Desa Tanjung Jaya, Arsikum Hidayat mengucapakan terimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan bantuan penampungan air bersih dan MCK sehingga sangat bermanfaat untuk masyarakat.

"Saya mewakili warga kampung, mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu memberikan bantuan berupa penampungan air bersih dan MCK. Alhamdulillah ini sangat bermanfaat untuk masyarakat, yang tadinya kesulitan air bersih sekarang sudah tersedia," pungkasnya.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Asisten Pemerintahan /asda 1, H. Agus Priyadi Mustika,  Sekcam Panimbang, Amir Mahmud Kepala Desa Tanjung Jaya,  Astaka dan Ketua Yayasan Relawan Kampung  Yusef. (FR/mj)