12 Apr 2019
  |  
Dilihat : 231 kali

Optimalkan Desa JKN, BPJS Kesehatan Sambangi Desa Genteng Kulon

Banyuwangi, Jamkesnews – Desa Genteng Kulon merupakan desa di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi yang menjadi pilot project program Desa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 2018 lalu. Sebagai upaya untuk optimalisasi program desa JKN, Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi, turun langsung sambangi desa Genteng Kulon pada Kamis (11/04).

Konsep Desa JKN merupakan terusan dari Program Gandrung JKN (Gerakan Desa Urun Bareng - Jaminan Kesehatan Nasional) sinergi BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan memanfaatkan teknologi informasi (SMART Kampung).

Menitikberatkan pada upaya kemandirian masyarakat, konsep desa JKN meliputi empat aspek yaitu kepesertaan JKN, pengumpulan iuran, pelayanan kesehatan dan pojok layanan peserta. Tujuannya dengan Desa JKN dapat dibentuk Desa yang mampu memandirikan penduduknya untuk dapat berswadaya dan swadana bergabung menjadi peserta JKN dan dapat menunjang peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Perwakilan Kecamatan Genteng, Dartana, menyatakan bahwa desa Genteng Kulon merupakan salah satu desa yang diunggulkan, baik dari segi infrastruktur dan administrasi, sehingga layak untuk dijadikan sebagai pilot project Desa JKN.

Selepas mengamati langsung aktivitas di Desa JKN, Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi memberikan komentarnya.

“Saya sudah melihat, desa ini (Genteng Kulon) sudah bagus secara faktual sudah bisa membuat ruang-ruang dan ada 27 layanan yang bisa diimplementasikan secara digital. Ini adalah suatu hal yang baik, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kepastian jaminan pelayanan kesehatan dengan menjadi peserta JKN,” ujar Bayu.

Dengan adanya Desa JKN, masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan BPJS Kesehatan, khususnya layanan pendaftaran peserta. Tidak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri di kantor desa.

Lebih lanjut Bayu menjelaskan harapannya agar desa JKN dapat meningkatkan cakupan kepesertaan JKN hingga mencapai 100%.

“Pelayanan di desa JKN sudah bagus, tinggal meningkatkan kepesertaan JKN yang saat ini mencapai 60% seyogyanya dapat ditingkatkan menjadi 100%. Karena sakit tidak bisa ditentukan kapan datangnya dan tidak memandang usia, tua muda, kaya, tidak kaya, semuanya bisa sakit. Kalau sudah sakit, sudah ada kepastian jaminan kesehatan, masyarakat tidak perlu bingung. Sedangkan ketika tidak sakit, bisa untuk membantu saudara-saudara yang memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan diniatkan untuk sedekah,” jelas Bayu.

Mendukung penjelasan Bayu, Dartana menyatakan siap melanjutkan program Desa JKN dan meningkatkan kesehatan masyarakat demi melaksanakan amanat undang-undang. (ar/da)