29 Mar 2019
  |  
Dilihat : 461 kali

Dirut BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN-KIS di Pantura Berjalan Prima

Tegal, Jamkesnews - Demi memastikan pelayanan administratif Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan optimal, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menyambangi sejumlah kantor cabang di sepanjang jalur pantai utara atau yang biasa dikenal dengan Pantura, salah satunya adalah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tegal, Kamis (28/03). Kehadirannya pun disambut hangat oleh para pengunjung Kantor Cabang Tegal yang saat itu tengah melakukan urusan administratif JKN-KIS, seperti mengubah data kepesertaan, mengubah lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), mencetak ulang kartu yang rusak atau hilang, dan sebagainya.

"Meski kita sudah punya aplikasi Mobile JKN yang mampu mengakomodir semua kebutuhan administratif tersebut, namun harus kita fasilitasi juga sebagian masyarakat yang mungkin belum bisa memanfaatkan aplikasi tersebut karena faktor usia, latar belakang pendidikan, dan sebagainya. Ini yang kita antisipasi sehingga Kantor Cabang tetap memberikan layanan tersebut. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat," ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Fachmi menekankan bahwa integritas, profesionalisme, pelayanan prima, dan efisiensi operasional adalah prinsip yang senantiasa dijunjung tinggi oleh setiap Duta BPJS Kesehatan dalam melayani masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi untuk memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat.

"Sebagai badan hukum publik, kami sadar bahwa tidak ada institusi publik manapun yang bisa memuaskan 100 persen pesertanya. Namun kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendekatkan dan mempermudah layanan kepada peserta. Kepuasan dan kenyamanan peserta adalah prioritas kami. Kami juga selalu terbuka pada setiap masukan dan saran dari masyarakat, untuk menjadi evaluasi kami demi menyempurnakan layanan ke depannya," ucap Fachmi.

Pada kesempatan yang sama, ia pun menyempatkan diri menyapa Suparno (35), salah seorang peserta Program JKN-KIS yang berkunjung untuk menanyakan beberapa hal terkait prosedur pelayanan kesehatan di salah satu rumah sakit. Kala berbincang dengan Fachmi, Suparno mengatakan bahwa ia pernah menggunakan JKN-KIS beberapa kali untuk berobat dan merasa puas akan layanan yang diterimanya.

"Saya tidak pernah diperlakukan berbeda, padahal di situ juga ada pasien umum yang bayar sendiri. Tapi kita sama-sama antri, dipanggilnya juga sesuai nomor antrian. Pelayanannya bagus menurut saya, mulai dari dokter, suster, sampai petugas apotek, ramah pada saya," tutur pria asal Kabupaten Tegal ini.

Suparno pun berharap agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan. Menurutnya, kehadiran program ini telah memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat tidak mampu, sehingga bisa berobat tanpa khawatir akan mahalnya biaya.

"Dulu saya sering dengar tetangga saya sampai mau gadaikan rumahnya gara-gara tidak ada uang untuk berobat. Tapi sekarang cerita semacam itu tidak lagi saya temui, karena sekarang sudah banyak orang kurang mampu yang dijamin JKN-KIS. Saya cuma bisa berharap, program yang luar biasa ini tidak berhenti memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," ungkap Suparno.

Saat ini jumlah peserta JKN-KIS di wilayah kerja Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tegal telah mencapai 87,90%. Dalam memberikan layanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS setempat, BPJS Kesehatan Cabang Tegal juga telah bekerja sama dengan 238 FKTP, serta 22 rumah sakit dan klinik utama. (Ma/dp)