11 Jan 2019
  |  
Dilihat : 230 kali

BPJS Kesehatan Lhokseumawe Pastikan Tidak Ada Pemutusan Kerja Sama dengan RS

Lhokseumawe, Jamkesnews – Beredarnya isu bahwa BPJS Kesehatan memutuskan hubungan kerja dengan beberapa rumah sakit di tanah air membuat Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe Manna angkat bicara. Ia pun menegaskan bahwa hingga saat ini BPJS Kesehatan Lhokseumawe tetap melanjutkan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit yang sebelumnya sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan di tahun 2018.

"Tidak ada pemutusan hubungan kerja. Dalam membangun kerja sama dengan rumah sakit, kita tetap mengikuti peraturan dari Kementerian Kesehatan. Kalau memang rumah sakit belum terakreditasi maka tidak bisa kita perpanjang kerja sama,” jelasnya kepada tim Jamkesnews, Jumat (11/01).

Meski demikian, untuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe yang membawahi 5 kabupaten/kota ini, Manna menerangkan bahwa semua rumah sakit masih tetap menjadi mitra BPJS Kesehatan. Hal ini karena selain sejumlah rumah sakit tersebut telah terakreditasi, mereka juga telah mendapat surat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan.

"Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap bisa memperoleh pelayanan di rumah sakit seperti biasanya. Agar prosesnya lancar, jangan lupa untuk mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku," saran Manna.

Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe, ada 19 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk wilayah Kota Lhokseumawe sendiri terdiri atas 8 rumah sakit, Kabupaten Aceh Utara sebanyak 2 rumah sakit, Kabupaten Bener Meriah 1 rumah sakit, Kabupaten Aceh Tengah 2 rumah sakit, dan di Kabupaten Bireuen ada 6 rumah sakit. 

Sementara itu, Karim, salah satu peserta JKN-KIS yang berdomisili di Lhokseumawe mengatakan dirinya memang sempat resah mendengar berita bahwa ada rumah sakit yang tidak bermitra lagi dengan BPJS Kesehatan. Ia mengaku sempat mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Lhoseumawe untuk bertanya dimana ia bisa memperoleh pelayanan kesehatan rujukan. Namun usai mengetahui penjelasan dari Manna, ia pun merasa lega. 

"Selama ini saya dan keluarga tidak pernah absen bayar iuran JKN-KIS. Anggap saja itu sebagai persiapan, jaga-jaga saja sebetulnya, karena siapa yang bisa menduga kapan sakit datang. Saat dengar berita itu, sempat cemas juga, bagaimana nanti kalau harus ke rumah sakit? Untunglah tadi sudah dijelaskan sama BPJS Kesehatan Lhokseumawe, kalau mereka masih bekerja sama dengan rumah sakit di daerah ini," ujarnya.

Ia pun mengajak agar seluruh peserta JKN-KIS yang lain tidak terburu-buru percaya pada satu sumber informasi saja mengenai pelayanan BPJS Kesehatan. Selain itu, tak lupa ia juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat.

"Saya yakin dimana-mana pasti prinsipnya sama, yaitu lebih baik mencegah daripada mengobati. Walaupun sudah menjadi peserta JKN-KIS, jangan malas menjaga kesehatan karena itu investasi kita. Baru terasa ketika kita sudah tua. Kalau dari muda sudah sering sakit-sakitan akibat pola hidup yang tidak sehat, bagaimana kalau nanti sudah tua?" ujar Karim. (HF/pm)