08 Nov 2018
  |  
Dilihat : 43 kali

Bersama Kejari Sibolga, BPJS Hadirkan BU Tidak Patuh Di Forum Kepatuhan

Sibolga, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Sibolga bersama dengan Kejaksaan Negeri Kota Sibolga menggelar Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Pemberi Kerja Tahap II Wilayah Kota Sibolga pada Rabu (07/11) di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sibolga.

“Melalui forum ini lah kita para stakeholder dapat mencari jalan tengah ataupun solusi-solusi terkait permasalahan yang dihadapi dalam menegakkan kepatuhan badan usaha baik untuk membayar iuran ataupun mendaftar dalam Program JKN-KIS,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sibolga, Timbul Pasaribu saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan forum tersebut.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Asisten I Pemerintah Kota Sibolga Josua Hutapea, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga Rudhy Suksmawan Hardhiko, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga, Resdi Dorlince Sianturi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga Junifati Ziliwu, serta beberapa badan usaha di wilayah Kota Sibolga.

Pada kegiatan ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, Rudhy Suksmawan Hardhiko menyampaikan materi tentang Program JKN-KIS. Disampaikan juga, jumlah kepesertaan pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di wilayah Kota Sibolga beserta dengan daftar Badan Usaha yang terindikasi tidak patuh.

Kepada im Jamkesnews, Rudhy menyampaikan bahwa diundangnya beberapa badan usaha dalam kegiatan ini adalah untuk mendengarkan kendala-kendala yang dihadapi badan usaha sehingga mengakibatkan ketidakpatuhan dalam pembayaran iuran.

“Badan usaha ini memang sengaja diundang bukan untuk dihakimi, namun kita lihat apa yang menjadi kendala mereka sebenarnya yang menyebabkan mereka tidak rutin dalam pembayaran iuran,” jelas Rudhy.

Asisten I Pemerintah Kota Sibolga, Josua Hutapea dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sibolga pada prinsipnya sangat mendukung adanya kegiatan forum koordinasi seperti ini.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan rutin, sehingga komunikasi antar instansi yang terkait semakin intens, agar tujuan ataupun target-target yang telah ditentukan dapat tercapai,” jelas Josua.

Josua juga mengajak masyarakat untuk sadar akan kondisi kesehatannya masing-masing serta rutin membayar iuran, jangan sampai terkendala dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dikarenakan menunggak iuran JKN.

Pada akhir kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan Cabang Sibolga dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga (DPM-PTSP) tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional  Melalui Mekanisme Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Wilayah Kota Sibolga, serta antara BPJS Kesehatan Cabang Sibolga dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga tentang Sinergi Perluasan Kepesertaan dan Peningkatan Kepatuhan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial di Kota Sibolga. (HF/ha)