30 Nov 2019
  |  
Dilihat : 31 kali

BPJS Kesehatan dan IDI TIngkatkan Kompetensi FKTP Dalam Pelayanan Kacamata

Tarakan, Jamkesnews – Dalam rangka optimalisasi rujukan horizontal khususnya rujukan untuk pelayanan kacamata, BPJS Kesehatan sinergi dengan IDI melaksanakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Kelainan Refraksi Mata kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kota Tarakan di Ruang Pertemuan dan Poli Mata RSUD Tarakan, Jumat (29/11).

Pada kesempatan tersebut, FKTP yang hadir tidak hanya diberikan pemaparan materi terkait kelainan refraksi, namun juga terjun langsung melakukan praktek mulai dari cek koreksi kacamata sampai dengan pembuatan resep kacamata. Hadir sebagai narasumber, dokter sepesialis mata RSUD Tarakan, dr. Yurike Tiurma Parsaulin dan dr. Ni Putu Ngurah Sri Yuliastini SJ.

”Kami berharap kegiatan ini dapat mengoptimalkan peran FKTP sebagai gerbang awal dalam pemberian layanan kesehatan kepada peserta. Dengan meningkatnya kompetensi FKTP, maka pemberian layanan kepada peserta akan semakin optimal utamanya dalam pemberian rujukan horizontal. Terkait layanan kacamata kepada peserta JKN-KIS, ada beberapa kriteria yang dapat dituntaskan oleh dokter di FKTP. Diluar dari beberapa kriteria itu, baru akan dirujuk ke poli mata. Dengan begitu akan dapat mengurangi antrian di rumah sakit,” kata Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Rita Zakiah.

Kelainan refraksi sendiri adalah kondisi dimana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam. Kelainan refraksi dapat menyebabkan miopi, hipermetropi, astigmatisma, dan presbiopi sehingga dibutuhkan alat bantu kacamata. Melalui kegiatan ini, FKTP diberikan informasi seputar jenis kelainan refraksi, gejala klinis, contoh kasus, kriteria rujukan sampai dengan jenis alat yang digunakan dalam pemeriksaan kelainan refraksi mata.

“Setelah kegiatan ini, diharapkan FKTP bisa mengoptimalkan pelayanan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) secara tuntas sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana yang dimiliki. Sehingga kualitas layanan yang diberikan kepada peserta juga bisa terus meningkat,” tutur Rita.

Hadir mewakili IDI Cabang Tarakan, Sekretaris IDI Tarakan Sulistyorini mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, dokter di Tarakan, utamanya dokter yang menangani peserta di FKTP dapat terfasilitasi untuk peningkatan kompetensinya.

"Diharapkan dengan adanya peningkatan kompetensi terkait kelainan refraksi ini, pelayanan kacamata yang tidak memiliki kriteria untuk dirujuk dapat tuntas sampai di FKTP saja. Sehingga pelayanan di FKTP semakin optimal, dan mengurangi antrian di poli mata," tutur Sulistyorini

Sebagai tambahan informasi, BPJS Kesehatan Cabang Tarakan saat ini telah bekerja sama dengan 109 FKTP untuk dapat melayani peserta program JKN-KIS di seluruh wilayahnya. (KA/om)