07 Nov 2019
  |  
Dilihat : 212 kali

Tiga Peneliti Muda Indonesia Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Denpasar, Jamkesnews - Sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional dengan jumlah peserta 221.203.615 jiwa per 30 September 2019 berdasarkan data yang di-release BPJS Kesehatan dalam situs resminya (www.bpjs-kesehatan.go.id) menobatkan BPJS Kesehatan sebagai jaminan sosial dengan jumlah kepesertaan terbanyak di dunia dan menjadi salah satu sumber data terbesar di Indonesia. Memiliki sumber data dan kepesertaan yang besar membuat BPJS Kesehatan kini menjadi pusat perhatian dari banyak pihak termasuk peneliti dan akademis.

Guna memberikan akses keterbukaan informasi publik sesuai amanat dari UU No.14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, BPJS Kesehatan meluncurkan layanan data sampel dan menyelenggarakan kontestasi analis data sampel BPJS Kesehatan tahun 2019 yang telah diumumkan pada Senin (25/02).

Adapun data sampel yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan merupakan perwakilan basis data kepesertaan dan jaminan pelayanan kesehatan sepanjang tahun 2015 dan 2016.

Kontestasi analis data sampel BPJS Kesehatan tahun 2019 disambut baik oleh ratusan peneliti muda di seluruh Indonesia yang ikut berpartisipasi pada kegiatan itu dan mengirimkan hasil penelitian mereka.

Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan yang tinggi bagi peneliti yang telah memberikan sumbangsih pemikirannya untuk kesinambungan program JKN-KIS, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada tiga peneliti yang menjadi juara pada ajang bergengsi tersebut.

Penganugerahan penghargaan ini dilaksanakan bertepatan pada kegiatan Annual Scientific Meeting The 6th Indonesian Health Economics Association (InaHEA) yang diselenggarakan di Bali pada Kamis (07/11).

“Karena banyaknya permintaan data dan informasi dari masyarakat, BPJS Kesehatan menginisiasi untuk menerbitkan sampel BPJS Kesehatan yang diluncurkan pada 25 Februari 2019 lalu,” ujar Deputi Direksi Bidang Riset dan Pengembangan, Benjamin Saut PS pada kegiatan tersebut.

“Sebagai tindak lanjut dari arahan ibu Menteri Keuangan, BPJS Kesehatan berupaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan data sampel melalui Konstetasi Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan Tahun 2019 dengan tujuan agar khalayak dapat berpartisipasi dalam penyusunan Evidence-Based Policy untuk kesinambungan program JKN-KIS,” tambahnya.

Lebih lanjut Benjamin mengucapkan terima kasih kepada Ketua InaHEA beserta panitia, tim juri, dan peserta dalam pelaksanaan kegiatan kontestasi analisis data sampel BPJS Kesehatan tahun 2019 karena telah memberikan perhatian yang besar terhadap keberlangsungan program JKN-KIS.

Sebelum penyerahan penghargaan kepada para juara, mereka memaparkan hasil penelitian dan hasil pemikirannya kepada seluruh peserta kegiatan InaHEA yang hadir pada kegiatan tersebut. Goldy Fariz Dharmawan menyajikan penelitian yang bertajuk “A Rapid assessment in the less ideal situation: microsimulation of the impact of Indonesian National Health Insurance system on poverty”. Donny Hardiawan menyampaikan tentang “Defining and financing financially catastrophic illnesses in the context of national health insurance in Indonesia” sedangkan Wiji Wahyuningsih mempresentasikan “Did the National Health Insurance scheme cause an increase on caesarian section 2015-2016”.

“Penelitian ini ditujukan untuk melihat dampak program JKN-KIS terhadap kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan penelitian ini kami melihat program JKN-KIS ini telah menyelamatkan 900 ribu jiwa hingga 1,5 juta orang dari yang tidak miskin (mampu-red) menjadi tidak miskin sedangkan untuk masyarakat miskin menjadi jatuh miskin lagi program JKN-KIS telah menyelamatkan sekitar 15 juta orang,” ungkap Goldy Fariz Dharmawan peneliti yang menjadi juara satu pada kontes tersebut.

Peneliti muda yang berasal dari Universitas Indonesia itu saat ditemui tim Jamkesnews mengaku sangat tertarik dengan kegiatan kontestasi data sampel yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan itu.

“Kegiatan ini sangat bagus bagi peneliti yang tertarik melakukan penelitian terutama terhadap kesehatan dan terhadap program JKN-KIS. Selain itu hasil penelitian dapat membantu pemerintah untuk membuat kebijakan yang relevan,” ujar Goldy kepada tim Jamkesnews.

Menutup perbincangan, Goldy menyampaikan bahwa program JKN-KIS ini memberikan dampak yang signigfikan bagi perekonomian di Indonesia. (RA/ay)