09 Okt 2019
  |  
Dilihat : 334 kali

Puluhan Rumah Sakit di Aceh Manfaatkan Program SCF

Banda Aceh, Jamkesnews -Sebanyak 20 rumah sakit di Aceh tercatat telah memanfaatkan program Supply Chain Financing (SCF) yang ada pada bank untuk membantu cash flow (arus kas) rumah sakit agar tetap terjaga likuiditasnya. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Sumatera Utara dan Aceh Sari Quratul Ainy dalam Overview Pelaksanaan JKN dan Pembayaran Klaim Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Provinsi Aceh Tahun 2019, Selasa (09/10).

SCF atau yang biasa disebut anjak piutang merupakan salah satu program yang ada pada sebuah bank untuk memberikan pembiayaan atau bantuan dana dengan cara mengambil alih invoice tagihan pembayaran klaim kepada BPJS Kesehatan untuk mendukung operasional dari suatu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. 

"Terima kasih kami ucapkan kepada Gubernur Aceh yang telah mendukung program SCF dengan menerbitkan Peraturan Gubernur tentang pedoman pengajuan utang/pinjaman BLUD rumah sakit pemerintah dan juga telah ditindaklanjuti dengan 4 Peraturan Walikota/Bupati di Aceh,” ucap Sari.

Ia mengatakan, memang dari 20 rumah sakit yang telah memanfaatkan SCF, baru 2 rumah sakit pemerintah yang memanfaatkannya. Selebihnya adalah rumah sakit swasta.

"Harapannya semoga dengan pertemuan ini dapat mendorong rumah sakit pemerintah lainnya di Aceh untuk memanfaatkan SCF ini," tambah Sari.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah menyampaikan pentingnya bagi tenaga kesehatan khususnya bidan desa untuk mengawal dan memonitor ibu hamil di wilayah kerjanya, terutama di desa-desa untuk mencegahnya terjadinya stunting pada anak yang saat ini angka stunting tersebut tinggi di Aceh.

“Stunting tidak dapat diobati tapi dapat dicegah, dengan memperhatikan pentingnya pantauan kesehatan masyarakat melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan sejak dari dalam kandungan sampai bayi lahir seperti dengan melakukan pemberian ASI Eksklusif dan imunisasi dasar,” jelas Taqwallah.

Ia berharap agar adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan mulai dari Dinas Kesehatan, kemudian ke Puskemas dan sampai pada bidan-bidan desa untuk mencegah stunting yang akan berdampak pada kualitas dari generasi penerus bangsa yang dilahirkan.(hf/rq)