04 Sep 2019
  |  
Dilihat : 56414 kali

Cakupan Semesta Bukti Kota Probolinggo Ber-Bhineka Tunggal Ika

Probolinggo, Jamkesnews - Usai resmi menggelar prosesi penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara simbolis akhir pekan kemarin, kini giliran sang Walikotan Probolinggo yang resmi menerima simbolis penghargaan sebagai kota yang sukses menyandang predikat UHC (Universal Health Coverage) tahun ini. Dihadapan ratusan tamu undangan yang hadir, penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Timur, Handaryo kepada  Walikota, Hadi Zainal Abidin di halaman Kantor Walikota Probolinggo, Rabu (04/09).

“Penghargaan ini sekaligus jadi kado ulang tahun untuk seluruh masyarakat Kota Probolinggo karena juga bertepatan dengan hari jadi kota kita. Alhamdulillah, apa yang sudah kami targetkan dari awal mulai bisa terwujud satu per satu. Tentu semua ini karena dukungan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kemajuan kota ini,” tutur Hadi, sapaan akrab Walikota dalam sambutannya hari ini.

Sebelumnya, kota dengan jumlah penduduk 238.853 jiwa ini telah berhasil menjamin sebanyak 232.249 jiwa atau 97,24% melalui program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat). Tentu sebuah capaian yang istimewa terlebih Kota Probolinggo sedang merayakan hari jadinya yang ke-660 tahun saat ini. Dalam memuluskan capaian tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo telah menyediakan anggaran sebesar 9,7 miliar rupiah. Anggaran ini disokong oleh DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau) dan pajak rokok. Hadi berharap dengan adanya dana besar tersebut bisa memudahkan misi dalam mengejar capaian hingga 100% kepesertaan.

Anika bedhe jaminan kesehatan kaangguy masyarakat Kota Probolinggo, sopaje sedeje masyarakat Kota Probolinggo bisa masok deddi cakupan semesta, e tanggel 1 september 2019 target epon 100 persen peserta. (Dengan adanya penjaminan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo saa ini sehingga bisa meraih cakupan semesta pada 1 september 2019 dengan target 100 persen kepesertaan),” ungkapnya dengan bahasa Madura.

Sementara itu, dalam sambutannya, Handaryo merasa bangga dengan prestasi yang diraih Kota Mangga ini. Baginya, ini menjadi kabar baik untuk Kedeputian Wilayah Jawa Timur karena jumlah kota UHC yang semakin bertambah.

“Kota Probolinggo merupakan kota keempat di Jawa Timur yang berhasil meraih predikat UHC, saya juga mengapresiasi Bapak Walikota beserta jajarannya yang berkomitmen untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan dengan mengikutsertakan seluruh penduduknya ke dalam Program JKN-KIS. Selamat untuk Kota Probolinggo! Semoga prestasi ini lekas diikuti kota dan kabupaten lain, khususnya Jawa Timur,” terangnya.

Selain karena tepat di hari jadi kota, acara hari ini begitu spesial lantaran semua tamu undangan memakai pakaian adat dari berbagai wilayah Indonesia. Sungguh pemandangan yang indah mengingat bangsa ini selalu erat dengan semboyan Bhineka Tungga Ika. Di kesempatan ini pula, Gusti Ayu Mirah Estherini, selaku Kepala BPJS Kesehatan Kota Probolinggo mengungkapkan jika kemajuan daerah memang harus dilandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Haru melihat acara dikemas seperti ini. Meskipun ini hari jadi Kota Probolinggo tapi semangat nasionalisnya amat terasa. UHC sendiri juga sebagai simbol pemerataan jaminan kesehatan untuk suatu wilayah. Tentu hal ini sejalan dengan butir Pancasila sebagai simbol kesatuan bangsa untuk adil dan sejahtera,” ungkap Mirah, sapaan akrabnya.