01 Sep 2019
  |  
Dilihat : 75048 kali

Kado Istimewa Dari Walikota Untuk Probolinggo Yang Sejahtera

Probolinggo, Jamkesnews - Dibalut kemeriahan event tahunan bertajuk Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) yang ke-11, penyerahan simbolis Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai perayaan Universal Health Coverage (UHC) kota Probolinggo telah resmi digelar. Dengan disaksikan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo hingga ribuan masyarakat, penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Walikota, Habib Hadi Zainal Abidin. Ingar-bingar tepuk tangan mewarnai penyerahan “KIS besar” yang diselenggarakan tepat di Kilometer 0 kota Probolinggo tersebut.

“Sangat berbahagia sekali, hari ini kita sama-sama menyaksikan salah satu capaian besar Kota Probolinggo untuk jaminan kesehatan kepada masyarakat. Terima kasih saya sampaikan kepada segenap jajaran yang sudah menyukseskan tujuan Universal Health Coverage untuk kota ini. Sebanyak 23 persen atau sekitar 43 ribu jiwa berhasil kita daftarkan sebagai peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat). Maka dengan ini, sudah 97,24 persen atau 232.249 jiwa yang berhasil di-cover oleh program JKN-KIS. Tentu angka tersebut belum mencangkup semuanya. Sisanya akan terus kami kejar, Insya Allah bisa 100 persen,” terang Hadi, saat sambutan di tengah acara, Sabtu (31/08).

Senada dengan sang Walikota, Kepala BPJS Kesehatan Kota Probolinggo Gusti Ayu Mirah Estherini mengaku senang dengan capaian ini. Meski begitu, ia juga tak menampik jika raihan tersebut akan memberikan pressure lebih agar terus menjaga kualitas layanan. “Tentu bersyukur secara target sudah berhasil tercapai, namun jangan sampai kita terlena. Tantangan berat sudah menanti kedepannya. Capaian ini juga harus sejalan dengan tambahan fasilitas kesehatan, selain kita tingkatkan kualitas layanan yang sudah ada. Semuanya tak lain agar masyarakat benar-benar merasakan makna UHC yang sebenarnya,” jelas Mirah, ditemui usai acara.

Di sisi lain, Mirah juga menyebutkan jika Pemkot Probolinggo telah menyiapkan salah satu fasilitas tambahan dalam menyambut UHC tahun ini. “Sekitar 27 mobil ambulance gratis sudah disiagakan untuk melayani antar jemput masyarakat yang kurang mampu saat berobat. Untuk mengetahui hal tersebut, ada 2 jenis kartu yang bisa ditunjukkan masyarakat sebagai bukti dari golongan kurang mampu. Jenis kartunya bernama Pendalungan dan Bestari. Mendapatkannya pun melalui proses verifikasi. Fasilitas mobil ambulance memang bukan bagian yang ditanggung BPJS Kesehatan. Maka dari itu, pihak Pemkot menjawab melalui sebuah solusi. Hal ini sebagai cara mereka dalam memparipurnakan layanan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Roy Ismail (33) salah seorang warga yang menerima KIS simbolis hari ini turut mengutarakan rasa bahagianya. Ia bersyukur lantaran kotanya sudah berhasil meraih capaian kesehatan semesta. “Senang sekali hari ini bisa diundang untuk acara yang meriah ini. Bisa langsung ketemu Bapak Walikota dan jabat tangan dengan beliau. Terima kasih untuk Pemerintah Kota dan BPJS Kesehatan, hal ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Semoga dengan capaian saat ini bisa terus menjaga kebaikan layanan yang sudah berjalan sekarang. Selamat untuk kota saya! Slamat atas capaian kesehatan semestanya,” pungkas Roy.