14 Agt 2019
  |  
Dilihat : 21 kali

BPJS Kesehatan Ajak Ibu-Ibu Dharmawanita Universitas Bengkulu Pakai Mobile JKN

Bengkulu, Jamkesnews – BPJS Kesehatan menyosialisasikan aplikasi Mobile JKN kepada puluhan anggota Ikatan Dharma Wanita Persatuan Universitas Bengkulu, Selasa (13/08). Menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Kantor Cabang Bengkulu BPJS Kesehatan Yogi Agra Wiryawan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat lebih luas mengenai kegunaan aplikasi Mobile JKN.

“Manfaatnya aplikasi Mobile JKN banyak sekali, misalnya kita tidak sempat ke kantor untuk mengubah fasilitas kesehatan cukup dari handphone saja bisa. Selain itu, bisa juga untuk mengecek status kepesertaan JKN-KIS kita, tagihan, riwayat pembayaran, hingga status perawatan kesehatan yang pernah kita terima.,” ungkap Yogi.

Yogi pun menambahkan, di era teknologi saat ini BPJS kesehatan berupaya untuk mempermudah peserta JKN-KIS dalam mengakses informasi dan perubahan data melalui aplikasi Mobile JKN.  Yogi mengatakan Mobile JKN diciptakan untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap peserta JKN-KIS sebagai bentuk transformasi digital modern.

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan tentang jenis kepesertaan JKN-KIS, mulai dari proses pendaftaran menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan informasi tanggungan sampai dengan anak ke-3 bagi PNS, status kepesertan suami istri yang bekerja, status kepesertaan bayi baru lahir, dan sebagainya.

"Sebelum era JKN-KIS, kita masih bernama PT Askes (Persero) melayani PNS dan pensiunan TNI Polri. Namun semenjak era JKN-KIS di tahun 2014 kita melayani seluruh masyarakat Indonesia yang sudah menjadi peserta, dan regulasi pemerintah yang mengaturnya pun selalu mengalami penyempurnaan sehingga kami wajib untuk selalu memberikan informasi terbaru tentang Program JKN-KIS ini kepada masyarakat,” jelas Yogi.

Sementara itu, Ketua Dharmawanita Universitas Bengkulu Purmini Ridwan berterima kasih kepada BPJS Kesehatan atas sosialisasi Program JKN-KIS. Menurutnya, kegiatan tersebut menambah pengetahuan tentang hal-hal yang berkenaan dengan jaminan kesehatan yang menjadi hak masyarakat Indonesia.

"Dengan adanya jaminan kesehatan dari negara maka insya Allah warga negara akan lebih total dalam berperan dalam kehidupan sehari-hari dan bernegara karena berkurangnya kekhawatiran akan beban yang harus ditanggung bila ada hambatan dalam kesehatan hal-hal yangg menyertainya,” pungkas Purmini. (RW/dw)