12 Agt 2019
  |  
Dilihat : 28 kali

20 Duta E-dabu Siap Berikan Sosialisasi E-dabu 4.2 Mendatang

Pekanbaru, Jamkesnews – Per Agustus ini, Elektronik data badan usaha baru atau yang juga dikenal dengan isitilah E-dabu 4.2 sudah harus digunakan secara optimal oleh badan usaha. Banyak perbaikan yang ditawarkan  E-dabu 4.2 ini, seperti perubahan data dapat langsung proses tanpa menunggu approval atau persetujuan dari PIC BPJS Kesehatan, adanya rincian tagihan iuran bulan berjalan dan satu bulan sebelumnya, penambahan anggota keluarga yang sudah terdaftar dengan data dari Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), bisa mendaftarkan pekerja dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik dari APBN atau APBD yang sudah dinon-aktifkan atau sudah non-aktif, reaktivasi peserta badan usaha yang non-aktif dalam entitas badan usaha yang sama, hingga perubahan tampilan e-id menjadi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tampilan E-dabu 4.2 ini juga lebih menarik. Dibandingkan dengan tampilan pada E-dabu sebelumnya, tampak di laman login PIC atau HRD disuguhi gambar Ambassador BPJS Kesehatan, Ade Rai.

Untuk itu, menjelang digelarnya Sosialisasi Aplikasi E-dabu 4.2 mendatang, BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru mengundang 24 person in charge (PIC) atau human resource department (HRD) badan usaha untuk hadir pada training of trainers (TOT) yang diselenggarakan pada Senin (12/08) tadi pagi. Dalam closing statement-nya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Rahmad Asri Ritonga menyampaikan bahwa melalui TOT ini, para PIC atau HRD dapat memahami E-dabu 4.2 dan dapat menularkannya kembali kepada peserta sosialisasi nanti. Harapannya, upaya ini mampu memberikan ruang interpretasi yang lebih baik karena pematerinya berasal dari mereka sendiri yakni PIC atau HRD badan usaha juga.

“Lebih kurang 1.200 Peserta sosialisasi akan lebih leluasa untuk berdiskusi dan memberikan perbaikan atau masukan tentunya. BPJS Kesehatan selalu terbuka atas masukan-masukan demi perbaikan E-dabu. Karena digitalisasi itu sudah tak dapat dinafikan lagi, terutama di Era Revolusi Industri 4.0 ini. Dengan E-dabu justru lebih menyederhanakan pekerjaan kita dibanding manual by e-mail,” terang Asri.

Sepakat dengan Asri, PIC PT Bravo Satria Perkasa, Deni Guslia, memang mengakui mudahnya mengoperasikan E-dabu 4.2 meski tak dapat disangkal masih ada hal-hal administrasi yang dapat diringkas dan dipermudah.

“Ya, seperti saat ada karyawan yang akan mutasi. Nah, itu masih butuh e-mail untuk aktivasinya. Juga, yang sekarang tak lagi menampilkan NIK (nomor induk kependudukan) itu terdaftar di mana dan sebagai apa. Hanya NIK sudah digunakan. Baiknya sih tetap menampilkan informasi itu,” ujar Deni.

“Kalau di Saya, status karyawan masih belum berubah, masih lajang. Padahal Saya ingin memasukkan data istri sesuai fotokopi KK (kartu keluarga) yang dilampirkan,” timpal Harry Mashuri, HRD PT Cahaya Murni Pakan Indo. “Pindah faskes (fasilitas kesehatan) juga harus melampirkan formulir. Kadang Saya sekaligus edukasi karyawan bahwa bisa dilakukan menggunakan aplikasi Mobile JKN. Lebih praktis,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terkait kesan mereka menjadi Duta E-dabu, Deni dan Harry mengaku senang. Selain menanti award-nya, terbersit kebanggaan bisa mewakili BPJS Kesehatan dalam berbagi informasi khususnya E-dabu ini.

“Wah, seneng dong. Pertama secara personal kami dapat ilmu baru yang dituntun sampai paham oleh BPJS Kesehatan secara private pula. Kemudian, ilmu itu dapat kami sharing dengan teman-teman PIC lainnya pada Sosialisasi Aplikasi E-dabu mendatang,” tukas Harry. (aw/dp)