15 Jul 2019
  |  
Dilihat : 6474 kali

Rahman, Kader JKN Berprestasi Dari Jambi

Jambi – Jamkesnews, Kader JKN-KIS memiliki fungsi pemasaran sosial yang bertujuan dapat mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin. Secara berkala, peserta dan calon peserta JKN-KIS akan diberi edukasi melalui kunjungan-kunjungan agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.  Selain itu, Kader JKN-KIS juga berfungsi sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak. Kader JKN-KIS juga berprofesi sebagai agen PPOB.

Adalah Rahman, seorang warga yang tinggal di Jalan Abdul Chatab RT 26 No 25 Kelurahan Pasir Putih Kota Jambi ini sudah menjalani peran sebagai kader JKN selama 3 Tahun terakhir, team jamkesnews pernah memberitakan tentang kisah Rahman ketika pertama kali merintis sebagai kader JKN di Wilayah kerjanya di Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Paal Merah.

“Perjalanan saya sebagai Kader JKN tidak selalu berjalan mulus,” kenang Rahman. Bagaimana tidak, saat ia melakukan kunjungan adakalanya Rahman tidak diterima masyarakat di daerah binaannya. ”Saya dianggap calo atau terkadang penipu, tidak dibukakan pintu juga pernah padahal saya sudah mengenakan atribut Kader JKN yang dibekali oleh BPJS Kesehatan, namun semua itu tidak menyurutkan semangat saya, terbukti kini saya sudah dikenal oleh tetangga dan masyarakat di daerah binaan saya dan upaya penagihan serta pengingat iuran yang saya laksanakan semakin mudah,” tambahnya.

Tepat 1 tahun menjalankan tugasnya, Rahman berhasil menjadi kader JKN dengan perolehan pembayaran terbesar di tahun 2019.

”Saat ini beliau kita daulat sebagai supervisor dari para kader JKN lainnya, selain perolehan pembayaran terbesar beliau juga giat mendukung rekan rekan sesama kader JKN untuk selalu semangat dalam upaya penagihan dan pengingat iuran peserta program JKN-KIS, bahkan tak segan segan beliau mengupayakan untuk turun bersama mendampingi rekan kader lainnya sembari membagi tips kunjungan yang baik” ujar Yuliarso Budiman selaku Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan yang sekaligus sebagai penanggung jawab kader JKN di Wilayah Kantor Cabang Jambi

Upaya yang dilakukan Rahman selama ini memberikan kepuasan tersendiri kepada dirinya, selain menambah pundi pundi penghasilan, Rahman memiliki kesempatan untuk bergabung merayakan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke-51 Tahun di Kantor Kedeputian Wilayah Sumbagteng Jambi di Pekanbaru karena dirinya di daulat sebagai Kader JKN paling berprestasi nomor 3 se-Wilayah Sumbagteng Jambi yang terdiri dari 11 Kantor Cabang BPJS Kesehatan dengan jumlah 131 kader JKN yang bertugas di seluruh Kantor Cabang se-Kedeputian Wilayah Sumbagteng Jambi.

“Alhamdulillah saya tidak menyangka bahwa saya diberikan penghargaan sebagai kader terbaik ke-3 di Wilayah Sumbagteng Jambi ini, Insyaa Alloh ini menjadi penambah semangat saya dan rekan rekan Kader JKN di Wilayah Kantor Cabang Jambi untuk dapat lebih giat lagi dalam kunjungan kepada masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari BPJS Kesehatan untuk mengingatkan peserta dalam membayar iuran, mudah-mudahan di tahun depan kader JKN dari Jambi dapat mengisi peringkat pertama kedua dan ketiga di Wilayah Sumbagteng Jambi,” ujar Rahman.

Hadirnya kader JKN yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dalam peningkatan kolektabilitas iuran dirasakan sangat besar pengaruhnya, terbukti dengan pencapaian kolektabilitas iuran peserta khususnya Peserta Bukan Penerima Upah mengalami peningkatan signifikan.

”Walaupun tantangan ke depan semakin besar karena jumlah piutang peserta JKN semakin meningkat, karena tahun lalu batas maksimum iuran yang ditagihkan oleh BPJS Kesehatan maksimal sebesar 12 bulan kini meningkat menjadi 24 bulan, saya tetap optimis bahwa saya dapat meyakinkan peserta untuk membayar iuran, setidaknya peserta tersebut memahami bahwa iuran yang dibayarkan oleh mereka adalah bentuk gotong royong mereka dalam membiayai masyarakat yang sakit, begitupun sebaliknya ketika mereka yang mengalami sakit iuran peserta yang sehatlah yang membantu pembiayaan pelayanan kesehatan mereka,” tutup Rahman. (aw/aa)