11 Jul 2019
  |  
Dilihat : 20 kali

21.000 Guru Honorer DKI Jakarta Siap Jadi Peserta JKN-KIS

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Dalam rangka memperkuat sinergi untuk mempercepat proses pendaftaran 21.000 guru honorer menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan mengundang perwakilan Satuan Kerja (Satker) yang ada di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Kamis (11/07). 

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan Deni Nurhikmat mengatakan, pendaftaran guru honorer telah dilakukan sejak dari bulan April 2019, tapi masih menemui banyak kendala seperti informasi alamat, pemilihan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dan lain sebagainya. Untuk itu, BPJS Kesehatan sengaja mengundang seluruh satker yang ada di Jakarta agar ikut serta membantu proses pendaftaran 21.000 guru honorer.

“Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen satker yang bersedia membantu kami untuk mempercepat proses pendaftaran. Kami berharap, setelah kegiatan ini seluruh satker dapat langsung membantu menyiapkan semua data yang kami perlukan. Kami targetkan, akhir bulan ini seluruh guru honorer di DKI Jakarta telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS,” kata Deni.

Apa yang disampaikan oleh Deni juga diamini oleh Kepala Seksi Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Suwarko. Ia mengatakan, dirinya dan seluruh satker siap membantu BPJS Kesehatan untuk mendapatkan seluruh data yang diperlukan. Pihaknya akan proaktif dengan menginstruksikan kepada seluruh guru honorer untuk melengkapi seluruh data yang kurang dan juga membantu mengumpulkan data tersebut untuk dikirimkan kepada BPJS Kesehatan.

“Prinsipnya, Program JKN-KIS ini adalah program untuk kita semua dan menjadi hak bagi kita semua sebagai penduduk Indonesia. Untuk itu, tidak hanya kami selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) tetapi juga para pegawai honorer terutama para guru juga harus menjadi peserta Program JKN-KIS. Kami siap untuk berkoordinasi dan membantu BPJS Kesehatan agar seluruh guru honorer dapat menjadi peserta JKN-KIS sesuai kesepakatan,” ujar Suwarko.

Suwarko mengatakan, para satker akan langsung menjalankan kesepakatan yang telah dibuat pada hari ini, dan diharapkan pada minggu ketiga Juli 2019 seluruh data yang diperlukan telah disampaikan kepada BPJS Kesehatan. (RI/sw)