19 Jun 2019
  |  
Dilihat : 25140 kali

Sambut Semester Pertama, BPJS Kesehatan Pasuruan Gelar Review Pemanfaatan

Pasuruan, Jamkesnews - BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan menggelar dua rangkaian acara yakni Utilization Review (UR) Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hingga pertemuan Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB). Kegiatan yang digelar sejak Rabu (19/06) siang ini, berlangsung di hotel Dalwa Syariah-Pasuruan. Sebanyak 40 orang hadir untuk mendengar dan berdiskusi dalam dua kegiatan ini. Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Indrina Darmayanti selaku Kepala Cabang Pasuruan bersama dr. Azis Abdullah, SpS selaku dokter spesialis saraf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil sebagai pembicara.

Pada sesi pertama dilakukan pemaparan materi UR FKRTL oleh Shinta Febrina Nasution selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) Cabang Pasuruan. Dalam kesempatannya, Shinta menyampaikan detail mengenai perkembangan jumlah kasus hingga biaya Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL) se-wilayah kerja Cabang Pasuruan. Ia juga menjelaskan 10 diagnosa utama tertinggi dari RJTL dan RITL di wilayah kerja yang sama.

Selama periode Mei 2018-Juni 2019, total kasus RJTL Cabang Pasuruan mencapai 519.408 kasus dengan total biaya sebesar Rp120.279.133.800. Sedangkan total kasus RITL Cabang Pasuruan mencapai 99.349 kasus dengan total biaya sebesar Rp376.538.553.900 dalam setahun pelayanan. Selain memaparkan data, Shinta menekankan agar tak ada lagi pelayanan yang terfragmentasi di rumah sakit. Ia juga berpesan untuk konsisten menjalankan Program Rujuk Balik (PRB).

“Tentunya kita ingin semua berjalan semestinya. Saya harap tidak ada lagi potensi kecurangan yang salah satunya berasal dari layanan berfragmen. Satu kasus layanan bisa menjadi beberapa bagian. Artinya, layanan tersebut bisa terjadi dua hingga empat kali sehingga menimbulkan kerugian. Selain hal tadi, saya menghimbau agar rumah sakit sama-sama menjalankan program rujuk balik dari kondisi yang ditemukan,” terang Shinta.

Setelah berakhirnya sesi pertama, acara berlanjut pada pembahasan KMKB. Dalam kesempatan ini, Kepala Cabang Pasuruan turut memberikan penjelasan mengenai pentingnya kendali mutu layanan kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Selain untuk meningkatkan kualitas layanan, pertemuan ini juga sebagai pengingat rumah sakit akan peraturan perundang-undangan yang sedang berlaku terhadap program JKN-KIS. Di sini, kita juga membahas dan diskusi mengenai sistematika dan pemecahan masalah terhadap beberapa kasus yang sudah atau mungkin terjadi di masa mendatang yang berkaitan dengan kebijakan saat ini,” ujar Deena, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Deena berharap agar pertemuan kali ini bisa membawa “angin segar” untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui layanan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan hubungan kerja sama BPJS Kesehatan dengan FKRTL maupun organisasi profesi lainnya khususnya di wilayah Cabang Pasuruan. 

Di akhir sesi, salah seorang dokter yang berasal dari Klinik Mata Pandaan turut memberikan komentar mengenai terlaksananya kegiatan hari ini. “Pertemuan ini sangat bagus karena kita bisa diskusi dan evaluasi apa saja masalah yang ada di lapangan untuk kita cari solusinya sama-sama. Apa yang kita bicarakan hari ini tentunya sebagai penambah pengetahuan juga saran-saran untuk perbaikan kualitas layanan. Saya harap acara ini terus berlanjut demi menjaga kualitas kerja sama sehingga mudah mencapai hal-hal yang kita harapkan ke depan,” pungkas Dr. M. Nurdin Zuhri, SpM. (ar/vn)