19 Jun 2019
  |  
Dilihat : 162953 kali

BPJS Kesehatan Kediri Harapkan Sinergi dengan Pondok Pesantren Lirboyo

Kediri, Jamkesnews - Untuk memperluas kepesertaan program JKN-KIS melalui sektor pendidikan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri Yessi Kumalasari sowan menemui Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, K.H. Anwar Manshur, Rabu (19/6).  Melalui pertemuan ini Yessi menyampaikan bahwa selain untuk silaturahmi, Ia juga menyampaikan keinginan untuk bekerjasama sinergis dengan Pondok Pesantren Lirboyo.

“Kami berharap dapat bersinergi dengan Pondok Pesantren Lirboyo dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui program JKN-KIS. Contoh paling mudah adalah masa penerimaan siswa baru seperti saat ini. Kami berharap, pengurus Pondok Pesantren dapat menghimbau calon santri agar terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar tidak terbebani bila sakit ditengah studi. Bagi yang sudah terdaftar, pengurus bisa mengingatkan untuk memindahkan faskesnya ke sekitar pondok melalui aplikasi Mobile JKN. Apabila diterima, kami bisa fasilitasi program pendaftaran dan sosialisasi kolektif sehingga memudahkan santri dan pengurus mengingat jumlah santrinya saja lebih dari 15.000 orang,” ujar Yessi.

Yessi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya memang belum bekerjasama dengan Pondok Pesantren Lirboyo dalam pelaksanaan program JKN-KIS. Untuk itu pihaknya berharap kerjasama sinergis dapat terlaksana sehingga santri dan pengajar di Pondok Pesantren Lirboyo tidak lagi melakukan pengurusan JKN-KIS secara masing-masing.

“Selain itu, bila Lirboyo memiliki fasilitas kesehatan sendiri kan bisa diproyeksikan untuk menjadi FKTP. Jadi selain dinikmati oleh santri, masyarakat secara luas juga dapat menikmati layanan yang diberikan oleh Lirboyo, sama seperti RS-nya yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” jelas Yessi.

Menanggapi yang disampaikan oleh Yessi, putra Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Adibussholeh Anwar menyampaikan bahwa pihaknya akan menjadwalkan sosialisasi di tingkat Pengurus Pondok setelah pertemuan tersebut.

“Saat ini kegiatan masih padat untuk penerimaan santri baru. Selanjutnya akan difasilitasi untuk dijadwalkan sosialisasi kepada pengurus perihal teknisnya,” imbuh Gus Adib.

Hingga saat ini lebih dari 210 ribu penduduk Kota Kediri telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS berbagai segmen. Jumlah ini membawa Kota Kediri menjadi Kota/ Kabupaten dengan capaian kepesertaan terbesar ke-16 dari 38 Kota/ Kabupaten di Jawa Timur. (ar/sw)