14 Jun 2019
  |  
Dilihat : 376 kali

OPTIMALISASI PROGRAM RUJUK BALIK DIWILAYAH KOTA PAREPARE

Parepare, Jamkesnews – Sebagai upaya optimalisasi Program Rujuk Balik (PRB) BPJS Kesehatan Kantor Cabang Parepare mengadakan pertemuan dengan para dokter spesialis penyakit dalam, spesialis saraf, dan spesialis jantung, dokter penanggung jawab poli umum Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta PIC PRB Rumah Sakit, FKTP dan Apotek, Kamis (13/06).

“Tujuan pertemuan ini adalah untuk mengoptimalkan pelaksanaan program rujuk balik dimana program ini telah lama terlaksana. Sesuai dengan regulasi sebagai landasan hukumnya bahwa FKRTL wajib merujuk balik disertai dengan instruksi kepada FKTP untuk instruksi spesialisnya, kemudian diregulasi yang lain terkait dengan sembilan jenis penyakit yang akan dirujuk balik adalah Diabetes Melitus (DM), hipertensi, penyakit jantung, asma, PPOK, epilepsi, schizoprenia, stroke, dan sindroma lupus eritematosus” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Parepare, Sarman Palipadang. 

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan peran FKTP dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) dalam menangani penyakit kronis sesuai kompetensi dan kewenangannya masing masing-masing, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS dengan penyakit kronis yang termasuk dalam kriteria diagnosa PRB dengan kondisi stabil. Selain itu akan meningkatkan sinergi antar tingkat pelayanan dan pelayanan kefarmasian klinis yang komperehensif, serta peningkatan partisipasi aktif peserta dalam pengobatan sehingga mendapatkan manfaat yang optimal dari obat yang digunakannya.

“Kami harap dengan pertemuan ini adanya peningkatan pemahaman tenaga medis dan petugas rumah sakit, FKTP, dan apotek PRB terkait pelaksanaan program rujuk balik. Selain itu, perekrutan peserta PRB serta peran aktif peserta PRB lebih optimal di Rumah Sakit dan untuk di FKTP peran PRB aktif dapat lebih meningkat,” harap Sarman.

Dalam kesempatan tersebut dokter spesialis saraf pada Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare, M.Yusuf menyampaikan pertemuan ini memberikan dampak positif dengan adanya program ini tentang keberlanjutan pengobatan terutama pasien kronis. 

“Koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pemberi pelayanan lebih baik lagi sehingga pertemuan semacam ini diharapkan lebih sering diadakan untuk mengikuti adanya perubahan kebijakan atau regulasi yang baru yang dampaknya peserta nyaman berobat” harap Yusuf. (HJ)