11 Jun 2019
  |  
Dilihat : 134 kali

Rujukan Online Tuai Respon Positif dari Masyarakat

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Sejak diterapkan pada 1 Oktober 2018, sistem rujukan online semakin dikenal dan mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat. Banyak masyarakat mengaku saat ini proses rujukan jauh lebih cepat dan pasti dibandingkan sebelumnya.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Jakarta Selatan Erika mengatakan, rujukan online merupakan bentuk simplifikasi dan digitalisasi rujukan yang sebelumnya masih bersifat manual. Dengan adanya simplifikasi dan digitalisasi ini, peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendapatkan kemudahan dan kepastian ketika mendapatkan rujukan.

“Dengan rujukan online, dapat menguntungkan kedua belah pihak dari mulai pihak yang merujuk dalam hal ini Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun pihak yang dirujuk yaitu peserta JKN-KIS. Bagi FKTP, rujukan online ini membuat mereka dapat mengakses langsung informasi terkini tentang Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang akan dijadikan rujukan. FKTP dapat mengetahui kelengkapan fasilitas yang tersedia, kondisi antrian, dan ketersediaan serta jadwal praktek dokter dan dokter spesialis disana. Bagi peserta, rujukan online ini memberikan kepastian, terutama dalam hal antrian dan ketersediaan fasilitas yang memadai sesuai dengan penyakit yang diderita peserta,” jelas Erika, Selasa (11/06).

Erika menambahkan, peserta JKN-KIS juga tidak perlu lagi membawa surat rujukan dari FKTP-nya, tapi cukup membawa kartu JKN-KIS saja. Semua informasi telah terekam dan dapat diakses oleh FKRTL yang dijadikan rujukan. Ini tentunya sangat memudahkan dan mempercepat penanganan penyakit peserta.

Hadirnya rujukan online ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat, salah satunya Andi. Andi yang mendapatkan rujukan dari Puskesmas Kebayoran Lama Utara ke Rumah Sakit Pasar Minggu untuk penanganan penyakitnya mengaku sangat dipermudah oleh sistem rujukan online.

 “Sebelum adanya rujukan online ini, saya selalu khawatir tidak mendapatkan antrian atau fasilitas di tempat rujukan tidak menunjang yang membuat saya harus menunggu atau dirujuk kembali. Bahkan, saya sering melihat orang sampai berbondong-bondong dari dini hari datang ke rumah sakit rujukan karena takut tidak mendapatkan antrian. Tapi sekarang, saya tidak khawatir lagi. Saya sudah pasti tahu dan pasti mendapatkan antrian dan hebatnya lagi fasilitas dan ketersediaan dokter di rumah sakit yang dirujuk sudah pasti sesuai dengan kondisi penyakit saya,” tutur Andi.

Andi juga menambahkan, dirinya tidak perlu lagi membawa persyaratan lain selain kartu JKN-KIS untuk dirujuk. Dengan begitu, selain lebih mudah dirinya juga bisa mengatur waktu keberangkatan sesuai dengan jam dan nomor antrian di tempat rujukan. Andi berharap, sistem rujukan online terus dipertahankan dan semakin ditingkatkan kualitasnya demi kenyamanan peserta. (RI/sw)