24 Mei 2019
  |  
Dilihat : 48905 kali

BPJS Kesehatan Pasuruan Gelar Sosialisasi Implementasi SIPP Teranyar

Pasuruan, Jamkesnews - Dalam rangka memberi layanan terbaik, BPJS Kesehatan terus mengembangkan sarana mereka sebagai “penyambung lidah” kepada petugas rumah sakit. Hal ini terlihat dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Kantor Cabang Pasuruan mengenai implementasi aplikasi SIPP (Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan), Jum’at (24/05). Acara yang berlangsung sejak siang ini dihadiri sebanyak 18 rumah sakit untuk seluruh wilayah kerja Cabang Pasuruan. Dalam kesempatan itu, Indrina Darmayanti selaku Kepala Cabang Pasuruan turut memberikan penjelasan mengenai fungsi aplikasi.

“Secara umum aplikasi ini dibuat untuk memudahkan kita semua dari segi efisiensi waktu. Versi terbaru sudah bisa mengakomodir pendaftaran bayi baru lahir dan penghitungan denda pelayanan rawat inap untuk peserta PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) atau mandiri dalam satu aplikasi. Sehingga pihak rumah sakit tak lagi repot datang ke kantor kami. Harapannya implementasi ini bisa berjalan dengan baik sebagaimana mestinya,” terang Dina.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Cabang Pasuruan, Endah Purwandari juga menyampaikan aspirasinya terkait pengembangan aplikasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus belajar bareng penggunaan aplikasi. Dari yang sebelumnya hanya menangani keluhan, sekarang bisa entry denda awal hingga pendaftaran bayi baru lahir. Tentu semua mengacu pada PerPres (Peraturan Presiden) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Saya juga menghimbau agar masalah keluhan di rumah sakit lekas ditangani agar kualitas layanan juga terkendali,” ujar Endah.

Lebih lanjut, materi penggunaan aplikasi disampaikan langsung oleh Mochamad Maghfuri selaku Staf IT Help Desk Cabang Pasuruan.

“Seperti aplikasi pada umumnya, petugas wajib melalui tahap login terlebih dahulu menggunakan username rumah sakit. Dari situ, kita bisa mengakses menu baru seperti pendaftaran bayi baru lahir juga penghitungan denda pelayanan rawat inap untuk peserta mandiri atau PBPU. Untuk pendaftaran bayi baru lahir, kita masukkan dulu nomer KIS (Kartu Indonesia Sehat) ibunya. Yang terpenting, sang ibu harus aktif kepesertaannya. Setelah sesuai, petugas memasukkan nomor identitas bayi yang secara otomatis akan tersambung dengan sistem Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil). Proses tersebut hanya bisa dilakukan di hari yang sama terhitung dari pukul 5 pagi hingga 3 sore. Sedangkan pada penghitungan denda, petugas tak lagi repot menghitung secara manual. Hanya dengan mengakses aplikasi ini, penghitungan jadi cepat tertangani,” pungkas Furi.

Berkembangnya aplikasi ini tentu memberi “angin segar” bagi pihak rumah sakit. Pasalnya, banyak dari mereka yang sudah lama menginginkan kemudahan seperti ini. Antusias mereka terlihat setelah banyaknya pertanyaan yang muncul menjelang akhir acara. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Shinta Febrina Nasution memberi kesimpulan terkait penggunaan aplikasi.

“Kemudahan yang ada bukan berarti tanpa celah masalah. Setidaknya pengembangan ini sudah bisa menjawab kekurangan sebelumnya. Sama-sama kita kawal agar perjalanan aplikasi ini bisa terus eksis memberikan kenyamanan bagi kita semua, baik dari sisi petugas maupun peserta dengan harapan cepat terlayani,” tutup Shinta. (ar/vn)