15 Mei 2019
  |  
Dilihat : 59 kali

BPJS Kesehatan Pastikan Pengadaan Barang Dan Jasa Sesuai Prinsip Good Governance

Jakarta (02/05/2019) –BPJS Kesehatan sosialisasikan sistem pengadaan barang dan jasa kepada vendor/rekanan mitra kerja. Dalam kesempatan ini BPJS Kesehatan menekankan pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan prinsip good governance antara lain keterbukaan, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan prediktabilitas.

 “BPJS Kesehatan menjadikan vendor sebagai mitra strategis dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Kami mengapresiasi kepada para vendor terbaik kami yang telah bekerjasama selama ini dan menjadikan Good Governance sebagai prioritas utama dalam proses pengadaan barang dan jasa,” ujar Prio Hadi Susatyo, Deputi Direksi Bidang Sumber Daya Sarana dan Umum BPJS Kesehatan dalam acara Vendor Gathering BPJS Kesehatan Tahun 2019, Kamis (02/05).

Hadir dalam kegiatan tersebut 137 orang vendor yang terdiri dari rekanan yang telah terdaftar sebagai Daftar Rekanan Terseleksi (DRT) BPJS Kesehatan dan rekanan yang belum terdaftar sebagai DRT BPJS Kesehatan.

Prio menjelaskan salah satu komitmen BPJS Kesehatan dalam mengelola good governance diwujudkan melalui pelaksanaan pengadaan barang dan jasa melalui sistem online yang disebut Integrated Management Asset and Procurement System/IMAPS. Pemanfaatan sistem IMAPS selain memudahkan proses pengadaan barang dan jasa, juga dapat mengurangi pertemuan secara langsung antara user, pelaksanaan pengadaan, dan vendor. Dengan mengurangi pertemuan antar pihak terkait itu, lanjutnya, sehingga dapat mencegah terjadinya praktik yang mengarah pada tindak korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jika diakumulasikan sejak lembaga BPJS Kesehatan masih sebagai PT Askes (Persero), maka tahun ini BPJS Kesehatan sudah 27 kali berturut-turut memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam penilaian audit. Tentu kami ingin mempertahankan predikat tersebut, salah satu upayanya dengan menolak tegas gratifikasi yang rawan terjadi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.

Prio menambahkan BPJS Kesehatan juga mengundang rekan-rekan vendor yang belum terdaftar dalam Daftar Rekanan Terseleksi untuk dapat mendaftarkan perusahaannya dalam E-Procurement System, sehingga untuk selanjutnya perusahaan yang didaftarkan tersebut sudah tercantum di database BPJS Kesehatan serta dapat mengikuti proses pengadaan barang dan jasa di BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut Senior Acount Manager PT Telkom Muhammad Sumawilaga juga memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas kerjasama yang telah dijalin selama ini, serta berbagi pengalaman dengan vendor-vendor yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kerjasama dengan BPJS Kesehatan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan, dan diharapkan ke depan akan semakin baik,” kata Sumawilaga.