12 Mei 2019
  |  
Dilihat : 71314 kali

Bupati HST: Keberanian adalah Kunci Utama Implementasi UHC

Hulu Sungai Tengah, Jamkesnews – Tak mau kalah dengan kabupaten tetangga yang sudah berpredikat Universal Health Coverage (UHC), kabupaten yang dinahkodai oleh H. A. Chairansyah akhirnya resmi memperoleh predikat itu.  Pasalnya, Jum’at (10/05) pagi telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama terkait UHC dengan BPJS Kesehatan Cabang Barabai di Aula Pemda Hulu Sungai Tengah. Dengan adanya kegiatan itu, maka Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kini telah mengcover kesehatan seluruh penduduknya dengan Program Jaminan Kesehatan JKN-KIS.

Pada sambutannya, Chairansyah menyambut baik atas kerjasama yang dilakukan dengan pihak BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari amanah dari Pemerintah Daerah kepada BPJS Kesehatan untuk melindungi sekaligus memberikan layanan Jaminan Kesehatan Nasional JKN-KIS di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. “Insyaallah kerjasama ini akan berdampak baik dan membawa manfaat yang besar,” tuturnya dalam sambutan.

Chairansyah melanjutkan, bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam melaksanakan kewajibannya menyediakan kepastian jaminan kesehatan bagi setiap penduduk yang ada di wilayah bumi murakata. Selain itu, kerjasama tersebut juga merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan jamkesda ke BPJS Kesehatan sesuai dengan amanah peraturan perundang-undangan yang mana seluruh iuran sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi resah tentang penghapusan jamkesda.

Bupati mengisahkan bahwa gagasan untuk mengimplementasikan UHC dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. “Cikal bakal UHC ini berawal secara spontan. Saya berterimakasih kepada BPJS Kesehatan, staf saya beserta jajaran yang telah bekerja keras karena UHC ini bisa direalisasikan dalam waktu dua bulan,” ucap Chairansyah. Dirinya mengatakan walaupun anggaran APBD murni belum ada, dengan lobby dengan DPRD kita mendapat persetujuan dan akan dibebankan pada APBD Perubahan. Sehingga kerjasama ini bisa direalisasikan pada awal tahun.

Dengan adanya kerjasama UHC tersebut, Chairansyah mengatakan bahwa momentum tersebut merupakan hari yang sangat menggembirakan bagi semua pihak. Baik dari Pemerintah Daerah HST, menggembirakan untuk BPJS Kesehatan, serta menggembirakan untuk seluruh masyarakat di Bumi Murakata ini. Menurutnya, bagi pemda HST langkah tersebut sebagai capaian yang luar biasa karena justru di Hulu Sungai lebih dulu mempopulerkan UHC daripada di wilayah hilir di Provinsi Kalimantan Selatan. “Hal tersebut dikarenakan suatu keberanian oleh Pemerintah Daerah. Dari empat kabupaten yang telah UHC di Provinsi Kalimantan Selatan, justru dari Hulu Sungai semua,” tambahnya.

Disamping itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai Sugiyanto menyampaikan apresiasinya dan menyambut positif dengan langkah berani Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sugiyanto juga mengatakan, program ini sifatnya nasional. “Berbeda dari jamkesda yang tidak diprediksi anggarannya. Keuntungan dari pemda, pemda bisa memperhitungkan berapa anggaran yang harus dikeluarkan sejak awal. Karena ini hanya membayar iuran, bukan membayar biaya pelayanan,” ujarnya. Sehingga dalam penyelenggaraan UHC, pemda hanya membayarkan iuran sejumlah berapa jiwanya selama satu tahunnya. Sedangkan resiko biaya pelayanan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sugiyanto menambahkan untuk Penduduk HST dengan prosentase yang belum terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS, akan dimasukkan secara bertahap. Dirinya menyampaikan apabila ada penduduk Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sakit, bisa langsung daftar ke Kantor BPJS Kesehatan untuk didaftarkan. Sebab kerjasama UHC ini mengakomodirrnya. “Ketika ada masyarakat yang sakit dan butuh daftar sekarang, itu bisa,” tutupnya. (rz)