28 Mar 2019
  |  
Dilihat : 15580 kali

Jaga Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan Pasuruan Gelar Pertemuan Dengan Fasilitas Kesehatan

Probolinggo, Jamkesnews - Menjalin komunikasi tentu menjadi modal penting dalam membina suatu hubungan. Bersama dalam menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pasuruan gencar menyambangi setiap fasilitas kesehatan. Hal ini menjadi bagian dari kegiatan Utilization Review (UR), Evaluasi Hasil Walk Through Audit (WTA), dan Pelaksanaan e-Claim di triwulan pertama. Kegiatan ini tak lain demi meningkatkan kualitas layanan di fasilitas kesehatan tersebut. Bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kamis (28/03), sosialisasi dilangsungkan sejak siang hari. RSUD Waluyo Jati Kraksaan merupakan satu dari sekian banyak rumah sakit yang akan dikunjungi untuk wilayah kerja Cabang Pasuruan.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan (PMR) Cabang Pasuruan, Shinta Febrina Nasution mengatakan, jika kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi masalah rumah sakit dalam hal pembiayaan pasien.

“Melalui pemaparan hari ini, kami berharap pihak rumah sakit dapat memaksimalkan upaya kendali mutu dan kendali biaya sehingga efektif dalam pelaksanaan Program JKN-KIS. Karena pada dasarnya, fungsi kegiatan ini adalah memastikan agar tak ada lagi kerugian rumah sakit dalam hal pembiayaan pasien JKN-KIS,” terang Shinta.

Lebih lanjut, Shinta turut menyampaikan hasil evaluasi WTA RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Dalam sesi ini, ia menjelaskan bahwa nilai minimal yang harus dicapai fasilitas kesehatan adalah 85,0. Selama pelayanan 2 bulan terakhir, RSUD Waluyo Jati Kraksaan sukses mengalami peningkatan. Sesuai data yang dipaparkan Shinta, pihak rumah sakit meraih 96,40 untuk bulan Januari dan 97,33 pada bulan Februari. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan layanan di fasilitas kesehatan semakin membaik.

“Hasil WTA menjadi acuan BPJS Kesehatan dalam mengaudit layanan di fasilitas kesehatan. Harapannya, selalu ada peningkatan kualitas dari kegiatan ini. Setidaknya harus meraih nilai 85,0 dalam rata-rata minimum. Jika kurang, harus ada perbaikan agar selaras dengan visi BPJS Kesehatan saat ini. Perbaikan yang dilakukan meliputi pemberian informasi kepada pasien hingga pelayanan di ruang perawatan,” ujar Shinta.

Ditemui selepas kegiatan,perwakilan pihak rumah sakit Sofie Giantari mengaku senang atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, adanya evaluasi tentu akan menutupi kekurangan yang ada. Ia menuturkan jika kegiatan ini sangat baik untuk menyatukan persepsi dengan BPJS Kesehatan.

“Kegiatan yang penting dan bermanfaat. Saya senang dengan kegiatan ini. Perbaikan akan terus berjalan demi peningkatan kualitas layanan. Lewat kegiatan ini, kami bisa berdiskusi dan menyamakan persepsi dengan BPJS Kesehatan. Harapannya, kami semakin paham regulasi dan mereka tahu kondisi lapangan. Tentu semua dilakukan demi kebaikan bersama dalam menjalankan Program JKN-KIS,” tutur Dr. Sofie Giantari. (ar/wr)