08 Feb 2019
  |  
Dilihat : 76 kali

Catat, Pendaftaran Bayi Paling Lambat 28 Hari Sejak Lahir

Depok, Jamkesnews - Optimalisasi Program JKN-KIS terus diupayakan oleh pemerintah agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Berbagai regulasi telah ditetapkan untuk memastikan terwujudnya optimalisasi Program JKN-KIS tersebut. Salah satu yang terbaru yaitu ketentuan tentang pendaftaran bayi baru lahir sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Hadirnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tersebut telah memperbaharui ketentuan pendaftaran peserta baru dari bayi baru lahir. Sebelumnya peserta dapat mendaftarkan calon bayinya sejak dalam kandungan, namun saat ini peserta dapat mendaftarkan bayinya setelah lahir dengan maksimal waktu 28 hari sejak kelahiran bayi. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Irfan Qadarusman mengungkapkan bahwa saat ini bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

“Untuk iuran bayi baru lahir tersebut dapat dibayarkan oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Jadi bayi yang dilahirkan dapat langsung didaftarkan paling lama 28 hari tersebut dan bisa langsung dibayarkan iuran pertamanya. Jadi tidak ada masa tunggu 14 hari dalam waktu 28 hari tersebut,” terang Irfan, Jumat (08/02).

Irfan mengungkapkan bahwa pendaftaran bayi mengaktifkan status kepesertaan bayi untuk mendapatkan jaminan pelayanan selama waktu 28 hari sejak bayi dilahirkan dan masih dalam perawatan. Adapun jika bayi pulang perawatan sebelum 28 hari, maka jaminan bisa diberikan selama bayi sudah terdaftar dan bayar iuran, namun jika tidak maka jaminan pelayanan bayi dibatalkan sejak hari pertama dirawat.

“Iuran bayi menjadi satu dengan virtual account keluarganya. Jika bayi lahir dalam keadaan meninggal, maka tidak terbentuk iuran dan rumah sakit tidak dapat menagihkan. Namun bagi bayi yang lahir hidup kemudian meninggal selama didaftarkan dalam waktu 28 hari, maka iuran ditagihkan sejak bayi lahir dan manfaat pelayanan kesehatan bayi dijamin. Perlu diketahui bahwa penjaminan bayi tidak diberikan apabila status ibu belum menjadi peserta JKN-KIS,” ungkap Irfan.

Saat ini BPJS Kesehatan Depok telah menjalin kerja sama dengan 129 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 32 Puskesmas, 85 klinik pertama, 11 dokter praktik perorangan, dan 1 dokter gigi perorangaan. BPJS Kesehatan Depok juga bermitra dengan 27 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 19 rumah sakit dan 8 klinik utama, serta 16 apotek  dan 8 optik di Kota Depok yang menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Depok terus mendorong semua fasilitas kesehatan di Kota Depok untuk dapat bekerjsama dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS.

“Dinas Kesehatan Kota Depok terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Depok. Jadi kami mendorong agar semua fasilitas kesehatan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Novarita.

Irfan berharap agar penyelenggaraan Program JKN-KIS berjalan dengan optimal dan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kota Depok. (DT/mr)