31 Mei 2018
  |  
Dilihat : 1955 kali

Bagaimana Perhitungan Denda JKN-KIS dan Cara Melunasinya?

Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016 Pasal 17A.1, dalam waktu 45 (empat puluh lima) hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya.

Denda sebagaimana dimaksud adalah sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak dengan ketentuan:

1. Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 (dua belas) bulan,

2. Besar denda paling tinggi Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).

Penjelasannya, jika peserta terlambat membayar lebih dari 1 (satu) bulan sejak tanggal 10 jatuh tempo, maka status kepesertaannya dinon-aktifkan dan penjaminan pelayanan kesehatannya akan dihentikan sementara. Apabila peserta tersebut telah membayar iuran bulan tertunggak (maksimal 12 bulan) dan membayar iuran bulan berjalan, maka status kepesertaannya akan diaktifkan kembali.

Jika dalam waktu ≤ 45 hari sejak status kepesertaannya aktif peserta menjalani rawat inap di rumah sakit, maka peserta tersebut wajib membayar denda sebesar 2,5% dari biaya pelayanan, dikali bulan tertunggak (maksimal 12 bulan) atau maksimal Rp 30.000.000,-

Agar lebih jelas, mari kita simak ilustrasi berikut:

Peserta JKN-KIS kelas I menunggak 3 bulan. Maka ia harus membayar Rp 80.000/bulan x 3 bulan = Rp 240.000,-. Ia juga harus membayar iuran pada bulan berjalan, yaitu sebesar Rp 80.000 sehingga total iuran yang harus dibayarkan agar status kepesertaannya dapat diaktifkan kembali adalah Rp 320.000,- Pada hari ke-5 sejak kepesertaannya aktif kembali, ia dirawat inap di rumah sakit dan menjalani rawat inap dengan biaya Rp 50.000.000. Karena ia dirawat inap dengan kondisi masih dalam waktu ≤ 45 hari sejak kepesertaannya diaktifkan kembali, sebagaimana yang ditetapkan dalam Perpres di atas, maka ia dikenai denda 2,5%, sehingga ia wajib membayar denda sebesar 2,5% x 3 bulan (bulan tertunggak) x Rp 50.000.000 = Rp 3.750.000,-. Sehingga, total yang harus dibayar peserta adalah Rp 320.000 + Rp 3.750.000 = Rp 4.070.000,

Perhitungan denda pelayanan yang sesungguhnya dapat dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan sesuai dengan alamat rumah sakit peserta dirawat, dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut:

1. Surat keterangan diagnosa awal dari rumah sakit peserta di rawat

2. Bukti pelunasan tunggakan iuran terakhir

3. KTP dan Kartu JKN-KIS BPJS Kesehatan Peserta yang dirawat

4. Setelah proses penghitungan denda pelayanan besaran denda dapat dibayarkan di Kantor POS dan Bank Mandiri.

Untuk menghindari denda pelayanan tersebut, Anda dapat mengecek tagihan bulanan Anda melalui aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh gratis di Google Playstore dan Appstore, atau melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500400.